Kebakaran di Tapanuli Selatan, 5 Bocah Tewas Terpanggang

Antara ยท Sabtu, 08 Juni 2019 - 23:30 WIB
Kebakaran di Tapanuli Selatan, 5 Bocah Tewas Terpanggang

Ilustrasi kebakaran. (Foto: iNews.id)

TAPANULI SELATAN, iNews.id – Lima bocah ditemukan tewas terpanggang dalam sebuah rumah yang hangus terbakar di Kecamatan Angkola Sangkunur, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara (Sumut). Saat kejadian, orang tua para korban sedang tidak di rumah.

Kelima bocah malang itu bernama Fifi Ceria Nursicu Waruwu (10), Fince Ardila Waruwu (7), Firsan Nutrisari Waruwu (7), Firjan Henra Kurniawan Waruruwu (4), dan Firna Indah Melati Waruwu (2).

“Sesuai dengan laporan Camat Angkola Sangkunur, Mhd Thohir Parlindungan Pasaribu, rumah tersebut terbakar pada Jumat (7/6/2019) malam ditaksir sekitar pukul 21.00-23.00 WIB,” kata Kabid Perencanaan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tapsel, Hotmatua Rambe, Sabtu (8/6/2019).

BACA JUGA:

Bikin Panik, Minibus Terbakar di Jalan Porsea Tobasa Sumut

33 Rumah Warga di Labuhanbatu Sumut Terbakar, Polisi: Diduga Ada 4 Korban Jiwa

Hotmatua mengatakan, sejauh ini juga belum dapat dipastikan penyebab kebakaran tersebut. Pemilik rumah, Yanuari Waruru menemukan rumahnya terbakar dan kelima korban meninggal, setelah pulang dari kegiatan gereja bersama isteri dan seorang anaknya. Mereka selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada Kepala Lingkungan III, Yashoki Mandofa.

Lokasi kejadian di Lingkungan III, Kelurahan Rianiate, Angkola Sangkunur sulit dijangkau kendaraan karena jaraknya sekitar lebih 2.000 meter dari jalan umum. Daerah itu juga tidak terjangkau sinyal telepon seluler.

Selain menyebabkan lima korban jiwa, kebakaran tersebut juga menyebabkan pemilik rumah mengalami kerugian puluhan juta. Pasalnya, korban tidak sempat menyelamatkan barang-barang dan dokumen pentingnya.

“Sejumlah dokumen kependudukan seperti KTP, KK, akta kelahiran anak, STNK, sepeda motor dan BPKB-nya, serta perlengkapan rumah lainnya hangus terbakar. Kerugiannya mencapai lebih dari Rp50 juta,” katanya.


Editor : Maria Christina