Kejati Sumut Kembali Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi UPBU Lasondre Nias Selatan

Said Ilham ยท Selasa, 15 Oktober 2019 - 17:38 WIB
Kejati Sumut Kembali Tetapkan 2 Tersangka Kasus Korupsi UPBU Lasondre Nias Selatan

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian saat memberikan keterangan di Medan, Selasa (15/10/2019). (Foto: iNews.id/Said Ilham).

MEDAN, iNews.id - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menahan dua orang tersangka baru dalam kasus korupsi di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre, Kabupaten Nias Selatan. Kasus korupsi ini menyebabkan Negara mengalami kerugian mencapai lebih dari Rp14 miliar.

IPR selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan IAF selaku ketua pokja di Kementerian Perhubungan ditangkap dalam kasus pekerjaan peningkatan pcn runway, taxiway, apron dengan ac hotmix di bandara Lasondre Nias Selatan, Selasa (15/10/2019).

Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian mengatakan keduanya ditetapkan tersangka karena menerima fee dari pencairan anggaran proyek di UPBU Lasondre Kabupaten Nias Selatan. Keduanya akan ditahan selama 20 hari kedepan dengan dititipkan ke Rutan Tanjung Gusta.

BACA JUGA: Mantan Bupati Kapuas Hulu Kalbar Jadi Tersangka Kasus Korupsi Tanah Rumah Dinas

“Kedua tersangka ini lanjutan dari dua tersangka yang sebelumnya sudah ditahan,” katanya.

Sebelumnya, kedua tersangka diperiksa selama tiga jam mulai pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB di Kantor Kejati Sumut Jalan AH Nasution Medan. Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya dinyatakan sehat dan dapat dilakukan penahanan.

Sumanggar mengatakan anggaran proyek bersumber dari APBN tahun 2016 sebesar Rp 27 miliar. Dari dana tersebu sudah dibayarkan sebesar lebih dari Rp19,8 miliar kepada para tersangka. Dana tersebut merupakan pembayaran termin ke empat atau 80 persen pengerjaan.

BACA JUGA: Polda DIY Tetapkan 3 Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU di P4TK Seni Budaya Yogya

"Tapi nyatanya di lapangan pekerjaan yang baru dikerjakan hanya 20 persen, selain itu pencairan yang dilakukan tidak dilengkapi dengan dokumen,” katanya.

Sebelumnya, Penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejati Sumut telah menahan dua tersangka DCN, Direktur PT Harawana Konsultan dan AH Direktur PT Mitra Agung Indonesia yang mengerjakan proyek tersebut.


Editor : Umaya Khusniah