Kekejaman Ayah Siksa Anak Tiri, Dipukuli, Disundut Rokok dan Digantung di Karung

Stepanus Purba ยท Jumat, 06 September 2019 - 16:47 WIB
Kekejaman Ayah Siksa Anak Tiri, Dipukuli, Disundut Rokok dan Digantung di Karung

Petugas Polres Langkat olah TKP di lokasi balita dua tahun berinisial MIR dikuburkan ayah tirinya di Kabupaten Langkat, Sumut. Korban tewas setelah disiksa berhari-hari. (Foto: IST)

LANGKAT, iNews.id – Perbuatan Riki Ramadan Sitepu (30) terhadap anak tirinya, sangat biadab. Dia menyiksa MIR, seorang anak balita dua tahun, tiada henti selama seminggu hingga akhirnya meninggal dunia. Cara-caranya menyiksa bocah malang itu pun sangat kejam.

Pelaku, warga Dusun III Batu Guru Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), yang telah ditangkap polisi, mengakui dirinya kerap menganiaya anak tirinya dengan berbagai cara. Dia memukul MIR di berbagai bagian tubuhnya termasuk di bahu, kaki, tangan, dan pantat korban.

Riki juga tega menyundut tubuh anak tirinya dengan rokok. Tak kalah sadisnya, pelaku juga memasukkan korban ke dalam karung goni. Karung goni itu lalu digantung di luar gubuk.

“Tersangka menyundut korban dengan rokok di bagian tangan, kuping, bahu. Tersangka juga memasukan korban ke dalam goni serta digantung di luar gubuk,” kata Kapolsek Salapian AKP Junaidi, Jumat (6/9/2019).

BACA JUGA:

Biadab, Pelaku Siksa Anak Tiri Seminggu hingga Tewas karena Tak Suka Anak-Anak

Balita 2 Tahun Tewas usai Seminggu Disiksa Ayah Tiri, Mayatnya Dikubur di Kebun

Pelaku menyiksa anak tirinya selama seminggu, mulai dari Senin 19 Agustus 2019 hingga Minggu, 25 Agustus. Korban yang tidak sanggup lagi menghadapi penganiayaan dari ayah tirinya akhirnya meninggal dunia pada Selasa 27 Agustus, sekitar pukul 17.00 WIB.

Setelah balita itu tewas, tersangka bersama istrinya yang juga ibu kandung korban, Sri Astuti (28), membawa jenazah korban ke lereng bukit perkebunan karet Dusun I, Desa Ponco Warno, Kecamatan Salapian, pada Selasa 27 Agustus 2019 lalu. Mereka lalu mengubur jenazah bayi malang itu di sana.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Langkat AKP Teuku Fathir Mustafa mengatakan, jenazah korban baru ditemukan setelah lebih dari seminggu dikuburkan, yakni pada Rabu malam, 4 September. Kasus ini terungkap setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat setempat. Warga curiga karena mencium bau busuk menyengat di sekitar bukit dekat perkebunan karet.

Dari informasi tersebut, petugas Polres Langkat kemudian turun ke lokasi perkebunan yang disebut warga. Polisi menemukan sebuah gundukan tanah yang mencurigakan. “Ada gundukan tanah yang mencurigakan. Ternyata setelah dibongkar, kami menemukan jenazah korban yang dibungkus dengan kain,” katanya.

Polisi langsung membawa jenazah korban ke Rumah Sakit (RS) Bhayangkara di Medan untuk diautopsi. Setelah itu, polisi memburu orang tua korban, Riki Ramadhan dan istrinya Sri Astuti. Keduanya berhasil ditangkap sekitar pukul 24.00 WIB di Jalan Binjai-Bukit Lawang Kabupaten Langkat. Riki yang telah ditetapkan tersangka dan istrinya mengakui balita dua tahun itu tewas karena dianiaya.


Editor : Maria Christina