Kematian Serda Iman Dinilai Janggal, Keluarga Lapor ke Subdenpom Nias dan Minta Autopsi

Iman Jaya Lase ยท Sabtu, 09 November 2019 - 12:06 WIB
Kematian Serda Iman Dinilai Janggal, Keluarga Lapor ke Subdenpom Nias dan Minta Autopsi

Yulius Laoli, kuasa hukum keluarga Serda Iman Jaya Gea memberikan keterangan kepada wartawan mengenai proses hukum kematian angota TNI AD itu di Kota Gunungsitolis, Sumut, Sabtu (9/1/2019). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

GUNUNGSITOLI, iNews.id – Keluarga Serda Iman Berkat Gea (23), anggota TNI yang meninggal dunia saat latihan beladiri, resmi membuat laporan ke Subdetasemen Polisi Militer (Subdenpom) I/2-5 Nias. Mereka menuntut keadilan atas kematian pemuda asal Desa Binaka, Kecamatan Idanoi, Kota Gunungsitoli itu, yang dinilai janggal.

Laporan itu disampaikan oleh adik Serda Iman bernama Angandrowa Gea (21), didampingi kuasa hukum Yulius Laoli ke Unit Pelayanan dan Pengaduan Polisi Militer Subdenpom I/2-5 Nias di Jalan Gomo Gunungsitoli, Jumat (8/11/2019) sekitar pukul 12.00 WIB.

Mereka telah menerima Surat Tanda Laporan Pengaduan Nomor: 01/XI/2019 yang ditandatangani oleh penerima laporan Kopda NRP Suhemi dan diketahui Komandan Subdenpom I/2-5 Nuas Kapten Cpm Wigus Siswoyo.

 

BACA JUGA:

Anggota TNI Serda Iman Meninggal saat Latihan, Keluarga di Nias Menilai Ada Kejanggalan

Polisi Ditembak Sesama Polisi di Donggala, Pelaku Lalu Tembak Dada Sendiri

 

Dalam laporan juga disebutkan, keluarga melaporkan dugaan kejadian tindak pidana kejahatan terhadap Serda Iman Berkat Gea Nrp 21180000390396 Danru 3 Ton 1 Ki B Yonif 122/TS pada Senin 4 November 2109 sekitar pukul 18.00 WIB. Laporan ini juga sesuai dengan laporan polisi nomor LP 04/A-04/XI/2019 tanggal 8 November 2019.

“Kami apresias kepada pihak Subdenpom karena mereka sudah menerima laporan kami,” kata Yulius Laoli didampingi Angandrowa Gea, Sabtu (9/11/2019).

Serda Iman Berkat Gea (23). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

 

Menindaklanjuti laporan itu, rencananya jenazah Serda Iman akan diautopsi untuk penyelidikan penyebab kematiannya. Keluarga telah diminta unguk mempersiapkan berkas-berkas untuk mengajukan proses autopsi ke rumah sakit umum.

“Sesuai dengan petunjuk dari Denpom, kami segera mengajukan pelaksanaan autopsi. Rencana karena dokter forensik didatangkan dari Medan, mereka belum bisa memberikan waktu yang pas kepada kami kapan dilakukan autopsi. Nanti akan dikofirmasi lebih lanjut,” katanya.

Hingga kini, jenazah Serda Iman Berkat Gea yang meninggal dunia saat menjalani latihan beladiri pada Senin lalu, belum dikebumikan. Keluarga sempat akan memakamkan korban Kamis sore (7/11/2019). Namun, mereka membatalkan setelah menilai ada kejanggalan dalam kematian Serda Iman.

Surat Tanda Laporan Pengaduan Nomor: 01/XI/2019 dari Subdenpom I/2-5 Nias yang diterima keluarga Serda Iman Berkat Gea (23). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

 

Kecurigaan keluarga setelah melihat kondisi jenazah Serda Iman. Ada bekas luka dan telah dijahit di leher sebelah kiri sekitar 2 sentimeter (cm) dan ada bengkak seukuran telur di kepalanya.

Kondisi ini dinilai berbeda dengan keterangan yang mereka terima. Serda Iman yang bertugas di Kompi B Yonif 122 TS meninggal dunia saat latihan beladiri tarung derajat pada Senin lalu, 4 November 2019 di Lapangan Bola Kompi B Yonif 122 TS di Dolok Masihul, Kabupaten Serdangbedagai, Sumut. Dia terkena tendangan kaki di bagian dada kiri hingga terjatuh dan tidak tertolong setelah dibawa ke rumah sakit.

“Ternyata di sebelah kiri itu tidak ada bekas pukulan, sama sekali tidak ada bekas yang menyebabkan bekas ataupun luka di dada sebelah kiri, seperti yang disampaikan,” kata kata adik almarhum, Angandrowa Gea, Jumat (8/1/2019).

Sementara Komandan Subdenpom 1/2-5 Nias Wigus Siswoyo mengatakan dirinya tidak punya wewenang memberi keterangan resmi kepada awak media. Namun, secara lisan dia membenarkan pihaknya telah menerima laporan keluarga almarhum Serda Iman Berkat Gea dan masih proses penyelidikan.


Editor : Maria Christina