Kesal Kerap Dinasihati, Pecandu Narkoba Bunuh Ayah Kandung di Langkat Sumut

Stepanus Purba ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 14:26 WIB
Kesal Kerap Dinasihati, Pecandu Narkoba Bunuh Ayah Kandung di Langkat Sumut

Ilustrasi pembunuhan. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Sempurna Sembiring (57) tewas tragis di tangan anak kandungnya. Pria setengah abad itu meregang nyawa dengan luka tikaman senjata tajam di bagian dada.

Peristiwa ini terjadi di rumah pelaku pembunuhan Haga Juakta Sembiring (30) Jalan Pasar I, Gang Inpres, Lingkungan V Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, Langkat, Sumatera Utara (Sumut), Senin (13/5/2019) malam. Bermula saat korban datang ke kontrakan anaknya untuk membawa makanan.

Namun malam itu mereka bertengkar. Keduanya beradu mulut hingga mengusik tetangga yang langsung melaporkan kejadian itu kepada kepala lingkungan setempat. Selanjutnya informasi itu diteruskan ke polisi.

Petugas Polsek Kuala yang mendapat informasi langsung datang ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Ketika itu, anggota bertemu dengan pelaku dalam rumah dan menanyakan keberadaan ayahnya. Dengan enteng pelaku menjawab telah membunuhnya.

Polisi selanjutnya mengamankan pemuda tersebut dan diminta menunjukkan korban. Saat itu mereka ke dalam kamar dan menemukan korban dalam posisi tergeletak dengan kaus sobek dan berlumuran darah.

"Berdasarkan pemeriksaan awal, pelaku mengaku membunuh ayahnya karena kesal terus dinasihati," ujar Kanit Reskrim Polsek Kuala Iptu Andri Siregar, Selasa (14/5/2019).

Dia menjelaskan, korban selama ini tinggal di Jalan Samanhudi, Bela Rakyat, Kuala. Setiap siang dan malam dia mengantarkan lauk-pauk untuk putranya tersebut dan menasihatinya untuk berubah menjadi lebih baik serta berhenti menjadi pecandu.

"Tersangka ini pemakai narkoba aktif jenis sabu sejak 2010. Sudah berulang kali dia dinasihati ayahnya. Puncaknya malam saat kejadian, korban menasihati hingga memicu pertengkaran hingga berujung pembunuhan,” ujar Andri.

Dari TKP, polisi menyita sebilah parang bergagang kayu, sehelai kaus berkerah warna hijau dan singlet berlumur darah.

"Kami masih mendalami kasus ini. Tersangka dan para saksi telah kami periksa," tuturnya.


Editor : Donald Karouw