Ketum PSSI Edy Rahmayadi Siap Diperiksa Satgas Anti-Mafia Bola

Devis Karmoy ยท Rabu, 02 Januari 2019 - 17:25 WIB
Ketum PSSI Edy Rahmayadi Siap Diperiksa Satgas Anti-Mafia Bola

Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi. (Foto: iNews.id/Devis Karmoy)

MEDAN, iNews.id - Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mengaku siap diperiksa tim Satuan Tugas (Satgas) Anti-Mafia Sepak Bola Mabes Polri terkait kasus pengaturan skor.

Edy mengatakan, posisinya sama dengan warga negara Indonesia lain yang taat hukum. Karena itu, dirinya siap diperiksa penyidik Satgas Anti-Mafia sepak bola dalam menyelediki kasus mafia bola.

“Siapa pun yang dipanggil penyidik Polri harus hadir. Siapa pun itu, yah. Yang penting pasti,” katanya ditemui seusai melaksanakan salat zuhur di Masjid Agung Medan, Rabu (2/1/2019).

Gubernur Sumatera Utara (Sumut) itu juga mengapresiasi langkah Mabes Polri karena mampu membongkar mafia skor bola yang melibatkan oknum pejabat di lingkungan PSSI.

“Polri itu membantu PSSI untuk menertibkan (mafia skor bola). Jadi ya Alhamdulillah, lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” tandasnya.

BACA JUGA:

Kasus Mafia Bola, Edy Rahmayadi: Bukan Persoalan PSSI, Itu Penipuan

Satgas Anti-Mafia Bola Terima 240 Laporan, Polri: 47 Akan Diselidiki

Diperiksa 5,5 Jam, 5 Mantan Pemain Timnas Ini Siap Bongkar Mafia Bola

Diketahui, Satgas Anti-Mafia Mabes Polri menangkap empat orang yang diduga terlibat perkara tersebut. Keempatnya adalah anggota Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Komisi Eksekutif (Exco) Johar Lin Eng, mantan anggota Komisi Wasit Priyanto alias Mbah Pri, dan anaknya Anik Yuni alias Tika.

Menanggapi hal itu, Edy mengatakan, kasus hukum yang menjerat sejumlah pejabat di struktur PSSI merupakan perkara yang tidak berkaitan dengan organisasi PSSI. Sebab, kata Edy, kasus hukum yang menjerat pejabat di PSSI murni kasus penipuan di kompetisi Liga yang tidak ada kaitan dengan struktur PSSI.

“Itu yang ditangkap itu bukan persoalan PSSI. Persoalan hukum positif, dia melanggar penipuan di Liga 3. Dia melanggar janji yang di luar konteks pesepakbolaan,” kata Edy di Medan.


Editor : Kastolani Marzuki