Mahasiwa Medan Demo Minta Gubernur Terbitkan Pergub Lindungi Nelayan

Stepanus Purba ยท Senin, 08 Oktober 2018 - 14:39 WIB
Mahasiwa Medan Demo Minta Gubernur Terbitkan Pergub Lindungi Nelayan

Suasana saat Gemapenasu menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Sumut. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MEDAN, iNews.id – Puluhan mahasiswa di Medan bersama sejumlah nelayan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Senin (8/10/2018). Aksi protes yang mengatasnamakan Gerakan Nelayan Mahasiswa Peduli Nelayan Kecil Sumut (Gemapenasu) tersebut, meminta kebijakan pemerintah daerah terkait Permen KP Nomor 71 Tahun 2016, yang dianggap membuat konflik sesama nelayan.

Massa meminta Gubernur Edy Rahmayadi untuk turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut. Selain itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga diminta ikut melakukan uji petik terhadap sejumlah alat tangkap yang dilarang dalam permen KP Nomor 71 Tahun 2016.

“Kami meminta gubernur Sumut untuk segera menerbitkan pergub sebagai payung untuk melindungi para nelayan kecil tradisional agar dapat tetap melaut," kata Koordinator Aksi Gemapenasu Putri Sartika Gurning saat berdemontrasi, Senin (8/10/2018).

BACA JUGA: HUT Ke-4 Gelorakan Semangat DPW Perindo Sumut untuk Menangkan Pemilu

Putri menilai, hakikatnya pemerintah jangan melarang pengoperasian sejumlah alat tangkap yang digunakan para nelayan kalau belum dapat membuktikan hal-hal mendorong pelarangannya.


Massa juga meminta kriminalisasi aparat penegak hukum terhadap para nelayan dihentikan. Sejak dua pekan lalu, sedikitnya ada 17 nelayan yang ditangkap oleh Polair Polda Sumut saat melaut. "Ada beberapa nelayan yang dianiaya petugas hingga mengalami luka parah, bahkan hingga meninggal," ujarnya.

Pantauan iNews.id, aksi demonstrasi mahasiswa ini menyebabkan perlambatan arus lalu lintas di sepanjang Jalan Diponogoro, tepatnya di depan Kantor Gubernur Sumut, di Kota Medan. Hingga berita diturunkan, belum ada perwakilan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Sumut yang menemui para pengunjuk rasa.


Editor : Donald Karouw