Masjid Al Mashun, Tonggak Sejarah Penyebaran Agama Islam di Medan

Stepanus Purba ยท Selasa, 14 Mei 2019 - 11:47 WIB
Masjid Al Mashun, Tonggak Sejarah Penyebaran Agama Islam di Medan

Masjid Al Mashun Kota Medan menjadi saksi sejarah penyebaran Islam di Kota Medan. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba).

MEDAN, iNews.id - Masjid Al Mashun atau yang lebih dikenal dengan Masjid Raya Medan merupakan salah satu masjid ikonik di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut). Rumah ibadah umat Islam yang dibangun pada 1906 ini jadi saksi sejarah penyebaran Islam di wilayah tersebut.

Masjid yang dibangun pada masa Kesultanan Deli ke-9, Sultan Makmun Al Rasyid Perkasa, ini mengadopsi sejumlah kebudayaan dunia dalam ornamennya. Gaya-gaya bangunan Eropa, India dan ciri khas Melayu, tampak di masjid tersebut.

"Arsitektur bangunan masjid ini dari Eropa dengan perpaduan ciri khas dari beberapa benua. Sehingga ini yang membuat masjid ini unik karena perpaduan tersebut," kata Muhammad Hamdan, pengurus Masjid Al Mashun, Selasa (14/5/2019).

BACA JUGA: Masjid Muhammad Cheng Ho Surabaya, Jejak Syiar Islam Laksamana Tiongkok di Jawa

Lokasi masjid Al Mashun ini sendiri hanya sekitar 200 meter dari Istana Maimun yang merupakan pusat kerajaan Sultan Deli di Kota Medan. Selain itu, masjid juga menyimpan sebuah mushaf Al-Quran yang sudah berusia cukup tua, sebagai saksi sejarah keberadaan Masjid ini.

"Mushaf ini sendiri disimpan di dalam sebuah kotak kaca dan, jemaah yang menjadi pengunjung masjid bisa melihatnya," ujar dia.

Selain sebagai tempat beribadah bagi warga Kota Medan, masjid ini juga menjadi tempat favorit para wisatawan dari luar kota. Sekalian untuk beribadah, mereka juga bisa melihat-lihat kemegahan masjid.

BACA JUGA: Masjid Gedhe Kauman, Saksi Sejarah dan Pusat Kerajaan Islam di Jawa

Salah satunya, Yedi Zulfarman, wisatawan asal Aceh yang sengaja datang ke Masjid Al Mashun yang penasaran dengan nilai-nilai sejarah pada masjid tersebut.

"Masjid ini kan memiliki nilai sejarah. Jadi kita sengaja datang ke sini untuk salat sembari menikmati kemegahan masjid Al Mashun," kata Yedi.

Masjid Al Mashun ini sendiri tidak pernah sepi dari kunjungan warga kota Medan. Tak hanya itu, di sekeliling kompleks masjid juga terdapat sejumlah makam dari keturunan kesultanan Deli.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal