Melihat Pondok Baiturrahman, Pesantren Khusus untuk Lansia di Padanglawas Utara

Abdul Rahman Hasibuan, Stepanus Purba ยท Senin, 13 Mei 2019 - 20:35 WIB
Melihat Pondok Baiturrahman, Pesantren Khusus untuk Lansia di Padanglawas Utara

Kegiatan para santri lansia di Ponpes Baiturrahman di Desa Parau Sorat, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas Utara, Sumut, Senin (13/5/2019). (Foto: iNews/Abdul Rahman)

PADANGLAWAS UTARA, iNews.id – Faktor usia tidak menjadi halangan untuk mengejar ilmu, khususnya ilmu agama. Hal ini dibuktikan dengan keberadaan Pondok Pesantren (Ponpes) BaiturRahman yang berada di Desa Parau Sorat, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padanglawas Utara (Paluta).

Ponpes ini diisi oleh para santri yang sudah berusia lanjut. Di ponpes ini, para santri mengisi kegiatannya dengan belajar terkait ilmu agama. Mereka juga rajin berzikir.

“Selama bulan Ramadan seperti ini, kami juga menggelar tadarus setiap malam bersama dengan santri,” kata salah satu santri lansia, Mastawi Batubara kepada iNews, Senin (13/5/2019).

Para lansia yang mondok di Ponpes Baiturrahman Kabupaten Padanglawas Utara, Sumut, sedang menganyam tikar. (Foto: iNews/Abdul Rahman Hasibuan)


Di ponpes ini, para santri mendapatkan pondok berukuran 2x3 meter sebagai tempat tinggal. Mereka juga melakukan berbagai kegiatan seperti menyulam tikar, tas, membuat dodol, hingga berkebun sebagai kegiatan sehari-hari.

“Penghasilan yang kami dapatkan bisa kami manfaatkan sebelum bekal kami datang dari keluarga,” kata Mastawi.

Mastawi mengaku betah tinggal di pondok pesantren tersebut karena mendapatkan banyak pengalaman, terutama ilmu agama. Selama di sini, dia merasa ibadahnya lebih khusyuk dan bisa semakin mendekatkan diri dengan Tuhan. “Kami sudah yakin untuk tinggal di pondok ini sampai ajal menjemput,” ucapnya.


BACA JUGA: Ponpes Dinilai Punya Potensi Membangun Kemandirian Ekonomi Bangsa


Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Baiturrahman, Kiai Haji Abdul Rahman mengungkapkan, pondok tersebut sudah mereka buka mulai dari tahun 1979. “Saat ini jumlah lansia yang belajar di pondok ini sekitar 70-80 orang,” ungkap Abdul Rahman.

Hingga saat ini, para lansia yang mondok di Pesantren Baiturrahman ini rata-rata berasal dari Kabupaten Padanglawas Utara. Namun, ada juga beberapa santri yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Selatan dan Padangsidimpuan. “Ada juga santri dan beberapa wilayah lain di Sumatera Utara,” katanya.

Kiai Haji Abdul Rahman mengatakan, selain belajar agama, para santri lansia juga mendapat sejumlah kegiatan lain untuk mengisi hari-hari di ponpes.

“Jadi selain belajar agama seperti kitab kuning dan hukum-hukum agama, para lansia juga memiliki kegiatan seperti berkebun sayur mayur, dan menganyam seperti membuat tikar dan kerajinan tangan lainnya,” katanya.


Editor : Maria Christina