Miris, Ini Penyebab Anak Tebas Leher Ayah Kandung hingga Tewas di Gunungsitoli

Iman Jaya Lase ยท Sabtu, 06 Juli 2019 - 16:16 WIB
Miris, Ini Penyebab Anak Tebas Leher Ayah Kandung hingga Tewas di Gunungsitoli

Wakapolres Nias Kompol Elizama Zalukhu menjelaskan motif pembunuhan yang dilakukan anak kandung terhadap ayah kandung di Kota Gunungsitoli, Nias, Sumut, Sabtu (6/7/2019). (Foto: iNews/Iman Jaya Lase)

GUNUNGSITOLI, iNews.id – Pembunuh ayah kandung, Hepriaman Harefa alias Boi (29), dengan cara menebas lehernya di Desa Madula, Kecamatan Gunungsitoli, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara (Sumut), masih diperiksa polisi, Sabtu (6/7/2019). Dari pemeriksaan terungkap motif pembunuhan itu karena pelaku kesal kepada ayahnya Arofona Harefa alias Arman (64), yang sudah pikun.

Wakapolres Nias Kompol Elizama Zalukhu mengatakan, selama ini hubungan antara pelaku dan ayahnya tidak harmonis. Pelaku yang selama ini sudah kesal pada ayahnya kemudian membunuhnya. Dia menebas leher ayahnya hingga putus menggunakan kapak, saat sedang tidur di kamar.

“Pelaku sudah kami amankan dan masih dalam pemeriksaan oleh pihak Reskrim Polres Nias. Motifnya untuk sementara karena anak dan ayahnya tidak harmonis. Korban ini sudah tua sehingga mungkin mulai pikun. Sementara pelaku mungkin sering kesal dan akhirnya terjadilah pembunuhan itu,” kata Elizama di Gunungsitoli, Sabtu (6/7/2019).


BACA JUGA: Anak Tega Tebas Leher Ayah Kandung hingga Tewas di Gunungsitoli


Namun, Polres Nias masih mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab pelaku tega membunuh ayah kandungnya dengan cara sadis. Rencananya tersangka akan dibawa ke Kota Medan untuk memeriksakan kondisi kejiwaannya.

“Kami menduga pelaku menderita gangguan jiwa Rencana nanti pelakunya akan kami dalami, kami periksa kejiwaannya di Medan,” ujarnya.

Wakapolres Nias menambahkan, pihaknya juga sudah menyita barang bukti kapak yang digunakan pelaku untuk menebas leher ayahnya hingga putus.

“Untuk sementara pasal yang kami kenakan kepada pelaku, Pasal 44 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan Pasal 338 KUHP dengan ancaman 15 tahun penjara,” katanya.


Editor : Maria Christina