Nyaris Diamuk, Preman Penganiaya Anggota TNI di Pasar Sukaramai Ditahan di Polrestabes Medan

Stepanus Purba ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 23:30 WIB
Nyaris Diamuk, Preman Penganiaya Anggota TNI di Pasar Sukaramai Ditahan di Polrestabes Medan

Preman penganiaya anggota TNI, Pratu Iqbal dipindahkan ke Mapolrestabes Medan untuk diperiksa lebih lanjut dan menghindari kejadian tak diinginkan. (Foto: Dok.iNews.id)

MEDAN, iNews.idPreman Pasar Sukaramai Medan, Edi Suhendra yang menganiaya anggota TNI Batalion Zipur, Pratu Muhammad Iqbal kini sudah ditahan di Mapolrestabes Medan.

Kapolsek Medan Area, Kompol Anjas Asmara Siregar mengatakan, pelaku sebelumnya dibawa ke Mapolsek Medan Area, namun untuk menghindari kejadian tak diinginkan akhirnya pelaku dibawa ke mapolrestabes.

“Perintah pimpinan pelaku ditarik di Polrestabes Medan. Saat ini tengah menjalani pemeriksaan," kata Kompol Anjas Asmara Siregar, Kamis (17/10/2019).

BACA JUGA: Anggota TNI Dipukul Preman dengan Linggis saat Belanja di Pasar Sukaramai Medan

Menurut Kompol Anjas Asmara, pelaku sempat kabur setelah menganiaya Pratu Iqbal, namun berhasil ditangkap petugas di tempat persembunyiannya. 

Penangkapan pelaku sempat diwarnai kericuhan karena rekan korban yang datang ke lokasi nyaris menghakimi pelaku. Beruntung petugas bergerak cepat dan selanjutnya membawa pelaku ke mapolsek sebelum akhirnya dipindahkan ke mapolrestabes.

Sementara itu, Pratu Muhammad Iqbal mendapat jahitan akibat luka-luka di bagian kepala setelah dipukul linggis oleh pelaku.

Peristiwa itu berawal saat Pratu Iqbal hendak berbelanja ke Pasar Sukaramai. Tanpa alasan jelas, preman pasar yang membawa linggis itu langsung memukul kepala korban.

“Jadi aku mau belanja di Pasar Sukaramai. Dia jalan sambil bawa linggis, namun tiba-tiba aku dipukul dengan menggunakan linggis," ujar Iqbal. 

BACA JUGA: Kronologi Anggota TNI Dipukul Preman dengan Linggis di Pasar Sukaramai Medan

Pratu Iqbal yang kepalanya berdarah kemudian mendatangi Mapolsek Medan Area untuk melaporkan kejadian itu. “Karena kulihat sudah berdarah. Aku pun melapor ke polsek setempat," kata Iqbal. 


Editor : Kastolani Marzuki