Oknum Prajurit TNI Divonis 8 Bulan Penjara karena Aniaya Mantan Pacar

Devis Karmoy ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 12:08 WIB
Oknum Prajurit TNI Divonis 8 Bulan Penjara karena Aniaya Mantan Pacar

Sertu Sahala Samosir saat mendengarkan putusan majelis hakim di Pengadilan Militer 1-02, Jalan Ngumban Surbakti Medan, Selasa sore (10/10/2018). (Foto: iNews/Devis Karmoy)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

MEDAN, iNews.id – Majelis Hakim Pengadilan Militer 1-02 Medan, Sumatera Utara (Sumut) menjatuhi vonis delapan bulan penjara terhadap oknum prajurit TNI Kodam I Bukit Barisan, Sersan Satu (Sertu) Sahala Samosir. Dia terbukti bersalah melakukan tindakan tindakan asusila dan penganiayaan ringan terhadap mantan pacarnya berinisial KL.

Sidang putusan terhadap prajurit personalia Kodam I Bukit Barisan ini berlangsung di Pengadilan Militer 1-02, Jalan Ngumban Surbakti Medan, Sumut, Selasa sore (9/10/2018).

Dalam amar putusan yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Letkol Khairul Rizal menyebutkan, terdakwa Sertu Sahala Samosir terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 281 ke-1 KUHP dan pasal 352 ayat 1 KUHP.

BACA JUGA:

Kerap Dimarahi,Seorang Anak Aniaya Ibu dan Neneknya di Banyuwangi

Tragis, 3 Bocah di Makassar Disekap dan Dianiaya Ibu Tiri

Melalui putusan ini, majelis hakim setuju dengan tuntutan Oditur Militer 1-02 Medan yang menangani kasus ini. Oditur Militer Medan sebagaimana dalam amar tuntutan yang telah dibacakan pada persidangan sebelumnya menuntut kepada majelis hakim untuk menvonis terdakwa Sertu Sahala Samosir 12 bulan penjara dan dipecat dari kesatuannya. Namun, majelis hakim memutuskan hanya menjatuhkan vonis delapan bulan penjara. Sertu Sahala Samosir juga tidak dipecat dari kesatuannya.

Menanggapi putusan majelis hakim, Oditur Militer 1-02/ Letkol Saifuddin Rambe siap mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Militer Medan. Vonis yang dijatuhkan pada Sertu Sahala Samosir dinilai rendah dan jauh dari rasa keadilan terhadap korban KL.

“Saya akan melakukan upaya banding secepatnya, mungkin tujuh hari sudah bisa kami kirim untuk diperiksa karena putusan majelis hakim tidak sesuai dengan tuntutan,” kata Oditur Militer 1-02 Medan Letkol Saifuddin Rambe.

Sidang putusan ini sempat ditunda 30 menit karena penasihat hukum terdakwa mengajukan surat rekomendasi dari asisten personalia Kodam I Bukit Barisan. Isinya memohon kepada majelis hakim guna memberikan keringanan hukum terhadap terdakwa.


Editor : Maria Christina