Pamit Memancing Ikan, Harianto Aruan Hilang di Sungai Aek Silau Asahan

Stepanus Purba ยท Selasa, 10 September 2019 - 19:15 WIB
Pamit Memancing Ikan, Harianto Aruan Hilang di Sungai Aek Silau Asahan

Barang-barang milik Harianto Aruan yang ditemukan di Sungai Aek Silau, lokasi korban diduga terjatuh hingga tenggelam, Minggu (8/9/2019). (Foto: Istimewa)

ASAHAN, iNews.id – Warga Dusun I, Desa Tomuan Holbung, Kecamatan Bandar Pasir Mandoge, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut), Harianto Aruan alias Ranto (19), hilang di kawasan Sungai Aek Silau, sejak Minggu (8/9/2019). Harianto sebelumnya pamit memancing kepada keluarganya di sungai itu.

Warga menemukan sejumlah barang milik korban di pinggir Sungai Aek Silau di antaranya satu tas, satu alat pancing, dan telepon seluler (ponsel). Selain itu, sepeda motor korban juga masih terparkir di pinggir Sungai Aek Silau.

“Pihak keluarga menduga Harianto jatuh dan hanyut terbawa aliran Sungai Aek Silau yang cukup deras,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Asahan, Khaidir Sinaga, Selasa (10/9/2019).

BACA JUGA:

2 Hari Hilang di Sungai Belawan, Remaja di Medan Ditemukan Tewas

Kecelakaan Speed Boat di Sungai Kapuas, 1 Orang Hilang

Khaidir menjelaskan, pihak keluarga sebelumnya sudah berupaya mencari Harianto. Namun, karena upaya pencarian tidak membuahkan hasil, keluarga kemudian melaporkan kepada kepala desa dan petugas polsek setempat. Polisi selanjutnya berkoordinasi dengan BPBD dan tim SAR untuk melakukan pencarian korban pada Senin (9/9/2019) kemarin.

“Tim gabungan sudah melakukan upaya pencarian pada Senin kemarin dengan menyisir aliran sungai, mulai dari titik korban diduga jatuh. Namun, pencarian tidak membuahkan hasil,” kata Khaidir.

Khaidir mengatakan, situasi medan yang cukup curam dan terjal serta aliran sungai yang deras membuat petugas mengalami kesulitan mencari korban. Untuk mencapai bibir sungai, petugas harus turun dari lereng terjal sedalam 200 meter.

“Arus sungai juga sangat deras, berbatu dan ditumbuhi semak belukar sehingga menyulitkan proses pencarian korban,” kata Khaidir.

Dia menambahkan, tim SAR gabungan kembali melakukan upaya pencarian terhadap korban Harianto, hari ini Selasa (10/9/2019). Pencarian telah dilakukan sejak Selasa pagi. “Kami menyusuri aliran sungai lebih jauh lagi ke arah hilir. Kami menduga korban sudah terseret jauh,” ujarnya.


Editor : Maria Christina