Pascabanjir, Jalan Nasional di Madina Sudah Bisa Kembali Dilintasi

Stepanus Purba ยท Jumat, 09 November 2018 - 11:23 WIB
Pascabanjir, Jalan Nasional di Madina Sudah Bisa Kembali Dilintasi

Kondisi jalan lintas nasional di Kabupaten Madina, Sumut, setelah diterjang banjir bandang, Rabu (7/11/2018). (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Jalan nasional di Kecamatan Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), kini kembali dapat dilintasi oleh pengendara setelah sebelumnya sempat tertutup material lumpur dan tanah akibat banjir bandang, Jumat (9/11/2018). Banjir tersebut disebabkan luapan Sungai Batang Gadis, Rabu (7/11/2018).

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Riadil Lubis mengatakan, pembersihan dilakukan BPBD dibantu dengan petugas TNI/Polri. BPBD menurunkan 11 alat berat untuk mengangkut material lumpur dan tanah di jalan lintas nasional yang menghubungkan Provinsi Sumut dengan Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

“Alhamdullilah saat ini jalan nasional tersebut sudah berhasil kami bersihkan dan sudah bisa dilintasi para pengendara,” ujar Riadil Lubis, Jumat (9/11/2018).

BACA JUGA:

Banjir Bandang-Longsor di Madina, 1 Orang Tewas dan 77 Rumah Hanyut

Satu Kampung Nyaris Hilang Disapu Banjir Bandang di Madina

Longsor Sepanjang 50 Meter Tutup Jalinsum, Akses ke Madina Lumpuh

Riadil mengingatkan warga Kabupaten Madina agar tetap waspada. Banjir bandang dan longsor masih berpotensi terjadi mengingat curah hujan yang masih masih tinggi selama beberapa hari terakhir.

“Ini sesuai dengan imbauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang menyebutkan bahwa potensi hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi selama dua hari ke depan,” ujarnya.

Kabupaten Madina sebelumnya dilanda curah hujan tinggi selama beberapa terakhir. Akibatnya, 13 kecamatan dilanda banjir bandang dan tanah longsor. Sedikitnya 77 rumah warga di dua desa hanyut diterjang derasnya air sungai yang meluap.

Kepala Pelaksana BPBD Madina M Yasir Nasution mengatakan, sebanyak 46 rumah yang hanyut berada di Kecamatan Linggau Bayu dan 31 rumah lain di Kecamatan Batang Natal. “Selain itu, kami juga mencatat 1 orang korban jiwa akibat tertimbun runtuhan longsor. Korban bernama Hafiz warga Desa Sibinail, Kecamatan Muara Sipongi,” tutur Yasir. 


Editor : Maria Christina