Pascaerupsi Gunung Sinabung, Mobil Pembersih Dikerahkan Bersihkan Abu Vulkanik

Antara, Stepanus Purba ยท Senin, 10 Juni 2019 - 09:09 WIB
Pascaerupsi Gunung Sinabung, Mobil Pembersih Dikerahkan Bersihkan Abu Vulkanik

Visual Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut, pascaerupsi, Minggu (9/6/2018). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (9/6/2019) sore mengakibatkan hujan abu di sekitar wilayah gunung api itu. Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo telah mengerahkan sejumlah mobil untuk membersihkan abu vulkanik yang menempel di badan jalan.

“Abu vulkanik erupsi Gunung Sinabung yang banyak menempel di sebagian badan jalan Kota Kabanjahe disemprot dengan menggunakan mobil pembersih,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Karo, Natanail Perangin-angin, Minggu malam.


BACA JUGA: Gunung Sinabung Kembali Erupsi, Ketinggian Kolom Abu Capai 7.000 Meter


Menurut dia, abu akibat erupsi Sinabung harus secepatnya dibersihkan karena mengganggu kenyamanan pengguna jalan yang tengah melintas. Selain itu, abu tersebut dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi warga yang menghirup.

“Pemkab Karo juga membagi-bagikan masker kepada masyararakat maupun pengendara sepeda motor di jalan raya karena abu erupsi dapat mengganggu pernapasan,” katanya.

Gunung Sinabung kembali erupsi pada Minggu (9/6/2019), sekitar pukul 16.28 WIB. Ketinggian kolom abu teramati kurang lebih 7.000 meter di atas puncak atau kurang lebih 9.460 meter di atas permukaan laut.

Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung Armen Putra mengatakan, saat erupsi, Gunung Sinabung teramati mengeluarkan kolom abu berwarna hitam dengan intensitas yang tebal. Kolom abu condong menuju Selatan.

“Durasi erupsi terpantau selama 9 menit 17 detik dengan amplitudo maksimal 120 mm sebagaimana terekam di seismograf,” kata Armen Putra.

Sinabung juga meluncurkan awan panas dan mengeluarkan suara gemuruh yang cukup besar. Awan panas meluncur ke arah Tenggara sejauh 3,5 kilometer (km) dan ke arah Selatan sejauh 3 km. “Terdengar suara gemuruh hingga ke Pos Pengamatan Gunung Sinabung,” ujar Armen.

Hingga saat ini, Gunung Sinabung berstatus Level III atau Siaga. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak beraktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Kemudian, di lokasi yang berada dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.


Editor : Maria Christina