Pascaledakan Bom Sibolga, Ratusan Warga Masih Mengungsi dan Trauma

Stepanus Purba ยท Jumat, 15 Maret 2019 - 13:43 WIB
Pascaledakan Bom Sibolga, Ratusan Warga Masih Mengungsi dan Trauma

Warga sekitar lokasi tempat penggerebekan rumah terduga teroris yang mengungsi akibat teror bom di Sibolga. (Foto: Istimewa)

SIBOLGA, iNews.id – Ratusan warga yang tinggal di lokasi penggerebekan dan ledakan bom dari terduga teroris di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut), masih diliputi rasa trauma. Mereka juga harus mengungsi ke tempat aman lantaran kawasan tersebut masih disterilisasi petugas Densus 88 Antiteror.

Pantauan iNews, radius 100 meter dari kediaman terduga teroris Abu Hamzah (AH) di Gang Sekuntum, Jalan Mojopahit, Kelurahan Pancuran Bambu, Kecamatan Sibolga Sambas. Sejumlah rumah warga lainnya juga ikut terdampak dan mengalami kerusakan ringan hingga berat akibat aksi bom bunuh diri istri Abu Hamzah.

Sejak hari pertama ledakan, warga tidak bisa kembali ke rumah meski sekadar untuk berganti pakaian. Banyak warga juga yang harus tidur di teras-teras tetangga yang yang tak terdampak. Terkadang mereka hanya beralaskan tikar karena tenda-tenda pengungsian belum dibangun.

BACA JUGA: Cerita Korban Selamat dari Ledakan Bom di Rumah Teroris di Sibolga

Setelah beberapa hari, warga stempat pun mengambil inisiatif untuk mendirikan dapur umum. Letaknya berada yang di pinggiran jalan. Mereka bergotong-royong memasak dengan menunya seadanya, seperti nasi, mi instan dan telur dadar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sibolga Juangon Daulay mengatakan, tenda-tenda untuk pengungsian sudah mulai dibangun, Kamis (14/3/2019). Namun untuk dapur umum saat ini belum ada.

"Kami menangani warga yang mengungsi. Poskonya sudah didirikan, ada juga dari Dinas Kesehatan. Sampai saat ini kami belum dapat mendapat kerusakan karena tak bisa masuk ke lokasi. Bisa saja jika lama maka akan ada masa tanggap darurat," kata Juangon, Jumat (16/3/2019).

Diketahui, bom meledak dekat kediaman AH saat Densus 88 Antiteror melakukan penangkapan, Selasa (12/3/2019).  Ledakan itu menimbulkan kepanikan dan melukai warga maupun polisi.

Bom kedua kembali meledak Rabu (13/3/2019 ) dinihari. Marnita Sari boru Hutahuruk alias Solimah yang merupakan istri AH meledakkan diri dengan anaknya setelah negosiasi gagal untuk membujuknya menyerahkan diri.

Selain AH, polisi juga meringkus AK alias Ameng alias Abu Halimah dan ZP alias Ogek Zul di Sibolga. Polisi juga menangkap R dan M di Kota Tanjungbalai. Tak hanya itu, Petugas juga menemukan ratusan kilogram (kg) bahan baku peledak dari dua titik di Kota Sibolga.


Editor : Donald Karouw