Pemilik Ponpes di Langkat Diamankan Polisi karena Sodomi Muridnya

Muhammad Hijrah Lubis , Stepanus Purba ยท Kamis, 14 Maret 2019 - 10:28 WIB
Pemilik Ponpes di Langkat Diamankan Polisi karena Sodomi Muridnya

Para orang tua murid berencana menjemput anak mereka yang menempuh pendidikan di ponpes Langkat. (Foto: iNews/Hijrah Lubis).

LANGKAT, iNews.id - Polisi mengamankan seorang pemilik pondok pesantren (ponpes) sekaligus kepala sekolah yang diduga menyodomi muridnya. Kasus ini terjadi di sebuah ponpes di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut).

Aksi bejat oknum tenaga pendidik ini terbongkar setelah salah seorang korban memberitahukan kepada orang tuanya. Tak hanya itu, korban juga bercerita kalau pelaku juga melakukan hal serupa ke teman-temannya.

Menyebarnya berita ini, puluhan orang tua murid dari ponpes tersebut kemudian menjemput anak-anak mereka. Seorang orang tua, Anto mengatakan, kondisi ramai seperti ini sudah sejak dua hari lalu.

BACA JUGA: Merasa Terancam, Ketua Osis di MTS Kuningan Dipaksa Sodomi Gurunya

"Kabar itu ada pak. Karena itu kami memilih menjemput kembali anak kami untuk dipindahkan ketempat lain," kata dia kepada wartawan di Kabupaten Langkat, Sumut, Kamis (14/3/2019).

Sementara itu Koordinator Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan perempuan dan Anak (P2TP2A), Ernis Safran Lubis, mengungkapkan pihaknya akan melakukan pendampingan dan melakukan trauma healing terhadap korban.

"Pedampingan terhadap para korban ini sendiri akan kita lakukan secara global yang melibatkan seluruh korban dan juga secara perorangan," kata dia.

Selain itu, Ernis juga meminta kepada aparat hukum untuk mengambil tindakan tegas terhadap apa yang telah dilakukan oleh pelaku terhadap sejumlah anak di bawah umur.

BACA JUGA: Jebak Korban dengan WiFi Gratis, Duda di Cilacap Sodomi 26 Siswa SMP

"Harus dijerat dengan Undang-Undang No 17 tahun 2016 dan diberikan hukuman seberat-beratnya karena jumlah korban pelaku sangat banyak," ujarnya.

Kapolres Langkat, AKBP Dody Hermawan mengatakan, pelaku sudah diamankan petugas dan kini sedang dalam proses pemeriksaan. Sejauh ini, kata dia, pelapornya baru satu orang, namun kemungkinan akan terus bertambah.

"Sudah kita tahan," ujar Dodi.

Dia menyatakan, petugas saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melakukan visum terhadap korban pelecahan seksual.

"Kita masih terus melakukan pengembangan dan kasus ini akan terus kita proses sampai tersangka kita bawa ke pengadilan," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal