Pemkab Batu Bara Sosialisasikan Pentingnya Akreditasi PAUD untuk Menjamin Mutu Pendidikan

Stepanus Purba ยท Senin, 11 November 2019 - 19:41 WIB
Pemkab Batu Bara Sosialisasikan Pentingnya Akreditasi PAUD untuk Menjamin Mutu Pendidikan

Para peserta Sosialisasi Akreditasi Lembaga PAUD Tahun 2019 di Aula Disdik Pemkab Batubara, Perupuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, Sumut, Senin (11/11/2019). (Foto: Istimewa)

BATU BARA, iNews.idPemkab Batu Bara menggelar Sosialisasi Akreditasi Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) kepada 90 PAUD di kabupaten itu. Sosialisasi tersebut bertujuan untuk membekali lembaga PAUD yang secara bertahap akan mengikuti akreditasi. Sesuai target Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, seluruh lembaga PAUD di Indonesia harus terakreditasi pada 2020.

Bupati Batu Bara Zahir dalam sambutannya yang disampaikan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Pemkab Batubara Ilyas Sitorus mengatajan, akreditasi yang diberikan oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN) PAUD dan Pendidikan Nonformal (PNF) bagian dari upaya penjaminan dan pengendalian mutu pendidikan secara berkelanjutan. Akreditasi merupakan penilaian kelayakan satuan pendidikan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan dalam sistem pendidikan nasional (sisdiknas).

“Pada konteks itulah satuan PAUD dan PNF harus melaksanakan budaya mutu agar sukses mengikuti tahapan akreditasi,” kata Ilyas Sitorus saat membuka acara Sosialisasi Akreditasi PAUD Tahun 2019 di Aula Disdik Pemkab Batu Bara, Perupuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, Sumut, Senin (11/11/2019).

 

BACA JUGA: 8 Rumah Sakit di Indonesia Raih Sertifikat Akreditasi Internasional 

 

Zahir mengatakan, kebijakan dan mekanisme akreditasi kini terus mengalami penyesuaian seiring dengan terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) RI Nomor 13 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas PP RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP).

Sejak diterbitkannya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor 13 Tahun 2018 tentang BAN Sekolah/Madrasah dan BAN PAUD dan PNF, sasaran akreditasi berubah dari program ke satuan. Peraturan ini menuntut perubahan yang fundamental dalam kebijakan dan mekanisme akreditasi.

“Sebagai lembaga mandiri yang bertugas melaksanakan akreditasi satuan PAUD dan PNF, BAN PAUD dan PNF membuat kebijakan mengganti instrumen akreditasi yang berbasis pada satuan. Instrumen akreditasi yang baru diharapkan mampu memotret performansi (performance) satuan pendidikan PAUD dan PNF,” ujar Ilyas.

Sosialisasi Akreditasi PAUD Tahun 2019 yang digelar di Aula Disdik Pemkab Batu Bara, Perupuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, Sumut, Senin (11/11/2019). (Foto: Istimewa)

 

Sementara narasumber dari BAN PAUD dan PNF Provinsi Sumut Syafri'al dan Sri Prihartini yang juga merupakan accessor mengatakan, dalam melaksanakan tugas, BAN PAUD dan PNF Pusat/Nasional dibantu oleh BAN PAUD dan PNF Provinsi di seluruh Indonesia. “Keberadaan BAN PAUD dan PNF Provinsi sangat penting untuk menyukseskan pelaksanaan akreditasi,” ujar Sri Prihartini.

Syafri’al menambahkan, pada Tahun Anggaran 2019, BAN PAUD dan PNF Provinsi Sumut telah melakukan penilaian kelayakan terhadap 1.250 satuan PAUD dan PNF di seluruh Sumut. Sasaran akreditasi terdiri atas satuan PAUD, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang mengajukan permohonan akreditasi melalui Sistem Penilaian Akreditasi (Sispena).

“Untuk menjamin suksesnya pelaksanaan sosialisasi BAN PAUD dan PNF provinsi bisa bekerja sama dengan mitra terkait di setiap daerah,“ ujar Syafri’al.

Syafri’al juga mengatakan, kegiatan sosialisasi akreditasi yang dilaksanakan ini penting, terutama bagi pengelola dan penyelenggara PAUD dan PNF. Sebab, kegiatan sosialisasi akreditasi merupakan bagian dari strategi untuk memenuhi kuota yang ditetapkan pemerintah.

Sebagian dari para peserta acara Sosialisasi Akreditasi PAUD Tahun 2019 yang digelar di Aula Disdik Pemkab Batu Bara, Perupuk, Kecamatan Limapuluh, Kabupaten Batu Bara, Sumut, Senin (11/11/2019). (Foto: Istimewa)

 

Dalam kegiatan sosialisasi akreditasi, BAN PAUD dan PNF secara langsung melatih satuan pendidikan untuk mengisi Evaluasi Diri Satuan Prasyarat Akreditasi (EDS-PA) sebagai persyaratan mengikuti akreditasi.

“Pengisian EDS-PA dilakukan sebelum pelaksanaan penilaian tahapan visitasi dengan menggunakan Instrumen Penilaian Akreditasi (IPA) yang berorientasi performansi,” kata Syafri’al, yang juga putra kelahiran Batu Bara.

Sementara Panitia Penyelenggara Sosialisasi Akreditasi PAUD Tahun 2019, Ahmad Syafrizal yang juga menjabat Kasi Kelembangan dan Saspras Bidang PNF Disdik Pemkab Batu Bara mengatakan, jumlah peserta yang mengikuti sosialisasi itu sebanyak 90 penyelenggara PAUD.

Selain untuk memberikan bekal kepada lembaga PAUD yang akan diakreditasi tahun 2020, sosialisasi digelar untuk memberikan gambaran tingkat kinerja sekolah PAUD yang dijadikan alat pembinaan, pengembangan, dan peningkatan PAUD, baik dari segi mutu PAUD, efektivitas, efisiensi dan inovasi.

“Tahun 2019, ditargetkan ada 60 lembaga yang diakreditasi dan tahun 2020 sejumlah 90 lembaga,” ujar Syafrizal.


Editor : Maria Christina