Pemuda di Asahan Perkosa dan Aniaya Korban hingga Nyaris Tewas

Stepanus Purba ยท Selasa, 12 Februari 2019 - 11:24 WIB
Pemuda di Asahan Perkosa dan Aniaya Korban hingga Nyaris Tewas

Pelaku saat diamankan oleh petugas Satreskrim Polres Asahan usai mendapatkan perawatan medis (Foto: Istimewa)

ASAHAN, iNews.id - Satreskrim Polres Asahan, Sumatera Utara (Sumut) menangkap seorang tersangka pemerkosaan yang menganiaya korbannya hingga mengalami luka-luka serius. Pelaku sempat menyangka korban tewas, dan meninggalkannya di semak-semak perkebunan sawit.

Wakapolres Asahan, Kompol M Taufik mengatakan, tersangka berinisial WF (21) diamankan petugas di wilayah Labuhan Batu Utara pada Senin (11/2/2019) kemarin malam.

"WF ini melakukan pemerkosaan berujung penganiayaan berat," kata Taufik di Mapolres Asahan, Sumut, Selasa (12/2/2019).

Kronologinya, kata dia, berawal ketika WF dan korban, SC (19), kenal di media sosial. Setelah mulai akrab, korban kemudian mengutarakan keinginannya meminjam uang ke tersangka sebesar Rp17 juta. Namun, WF hanya bisa menyanggupi Rp8 juta, akhirnya mereka merencanakan bertemu.

Keduanya bertemu di sebuah perkebunan kelapa sawit di wilayah Labuhan Batu Utara. Karena sudah meminjamkan uang, tersangka pun membujuk korban untuk melayani nafsu bejatnya.

"Tapi korban menolak, akhirnya tersangka melakukan kekerasan dan penganiayaan hingga korbannya tak berdaya. WF pun memerkosa korban," ujar Taufik.

Setelah puas menyalurkan hasratnya, WF sempat menyangka kalau SC sudah meninggal dunia. Dia pun menutupi tubuh korban dengan pelepah sawit, dan ditinggalkan di sana dalam kondisi mengenaskan.

"Korban sendiri berhasil diselamatkan oleh warga dalam kondisi luka-luka parah dan mendapatkan perawatan intensif di RSU Segar Waras Aek Ledong," kata dia.

Mendapat laporan dari warga dan keterangan saksi, petugas langsung mengamankan tersangka WF di rumahnya. Dia diringkus dan terpaksa dilumpuhkan polisi karena sempat ingin melarikan diri ketika diangkut petugas.

"Pelaku kini sudah kita amankan ke Mapolres Asahan untuk menjalani pemeriksaan," ujar Taufik.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal