Pencarian 6 Korban Longsor di Nias Dihentikan akibat Cuaca Buruk

Iman Jaya Lase ยท Senin, 12 November 2018 - 19:46 WIB
Pencarian 6 Korban Longsor di Nias Dihentikan akibat Cuaca Buruk

Tim SAR gabungan dan warga mencari enam korban longsor dengan peralatan manual di Desa Sukamayu Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). (Foto: iNews.id/Iman Jaya Lase)

NIAS, iNews.id – Pencarian enam korban yang tetimbun longsor di Desa Sukamayu Mohili, Kecamatan Gomo, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dihentikan sementara akibat terkendala cuaca buruk.

Longsor yang terjadi pada Sabtu (10/11/2018) itu menimbun tujuh orang dan satu korban di antaranya berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Petugas gabungan dari Basarnas dan TNI/Polri terpaksa menghentikan sementara pencarian keenam korban karena di lokasi dilanda hujan deras dan diselimuti kabut tebal. Kondisi itu membuat petugas tidak berani mendekat untuk menghindari terjadinya longsor susulan. Proses evakuasi masih menggunakan peralatan manual seperti sekop, parang dan senso.

Anggota Pos SAR Nias, Nirwan Ndraha mengatakan, informasi yang diterimanya Pemkab Nias sudah mengerahkan alat berat ekskavator ke lokasi namun sampai saat ini belum tiba. “Infonya alat berat tersebut dalam kondisi rusak,” katanya, Senin (12/11/2018).

BACA JUGA:

Evakuasi 6 Korban Longsor di Nias Selatan Terkendala Medan dan Alat

7 Warga Nias Selatan Tertimbun Longsor, 1 Anak Ditemukan Tewas

Dia mengatakan, tim gabungan yang berada di lokasi tanah longsor tidak dapat bekerja maksimal akibat tidak adanya peralatan yang memadai terlebih alat berat yang dijanjikan pemerintah daerah ditambah cuaca buruk dan kabut.

“Pencarian ini akan terus dilakukan selama tujuh hari lamanya dan akan berakhir pada tanggal 17 November 2018. Kami berharap alat berat segera tiba dilokasi untuk membantu percepatan pencarian para korban,” katanya.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, kendala yang dialami tim SAR gabung di lapangan adalah jalan yang berlumpur, berbatuan dan bergelombang menyulitkan akses ke lokasi kejadian. “Areal longsoran juga luas dan tebal. Alat berat diperlukan untuk membantu mencari korban,” ucapnya.

Terkait bencana itu, Sutopo mengimbau masyarakat dan pemda untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi longsor. Peta daerah rawan longsor dapat diunduh di website Badan Geologi. Beberapa tips menghadapi longsor juga dapat diunduh di website BNPB. “Hujan akan terus meningkat. Bahaya longsor juga akan meningkat,” tandasnya.

 


Editor : Kastolani Marzuki