Pengakuan Sri, Ibu Kandung Balita 2 Tahun yang Disiksa Ayah Tirinya hingga Tewas

Stepanus Purba ยท Sabtu, 07 September 2019 - 14:25 WIB
Pengakuan Sri, Ibu Kandung Balita 2 Tahun yang Disiksa Ayah Tirinya hingga Tewas

Sri Astuti (28), saat diperiksa di Mapolres Langkat terkait kasus penganiayan putranya MIR oleh suaminya hingga tewas, Jumat (6/9/2019). (Foto: iNews/Erwinsyah Putra Nasution)

LANGKAT, iNews.id – Kematian balita dua tahun, MIR, akibat disiksa ayah tirinya di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut), menimbulkan tanda tanya mengenai sikap ibu kandungnya, Sri Astuti (28). Dari hasil pemeriksaan polisi, Sri mengakui selama ini dia mengetahui suaminya Riki Ramadhan Sitepu (30), kerap menganiaya anaknya. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa.

Pengakuan Sri, aksi kekerasan itu bahkan sudah terjadi sejak awal dirinya menikah dengan Riki. Suaminya yang bekerja sebagai pengumpul tandan buah kelapa sawit (TBS), kerap mencubit dan menjewer MIR. Bahkan, suaminya pernah menjemur bocah itu hingga lemas di luar rumah mereka di Dusun III Batu Guru Ponco Warno, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat.

“Paginya dia (MIR) jemur, gitu aja disuruh duduk, cuma ga pakai pakaian apa pun. Dijemur sampai lewat tengah hari, habis itu udah kayak lemas gitu dia. Dia sempat juga buang air di situ,” kata Sri Astuti kepada polisi di Mapolres Langkat, Sabtu (7/9/2019).

BACA JUGA:

Balita Tewas Disiksa Ayah Tirinya, Polisi Tetapkan Ibu Kandung Korban Tersangka

Kekejaman Ayah Siksa Anak Tiri, Dipukuli, Disundut Rokok dan Digantung di Karung

Namun, kekerasan terparah dilakukan Riki kepada MIR yang membuat bocah itu tewas, pada Selasa, 27 Agustus 2019 lalu. Riki baru pulang ke rumah setelah bekerja di kebun sawit. Dia emosi mendapati rumah dalam kondisi berantakan dan melampiaskan kemarahannya kepada MIR.

“Ditengoknya (suami), dibukanya pintu gubuk, pakaian sudah berserakan. Anak itu sudah buang air di situ,” ujarnya.

Riki Ramadan kemudian memanggil MIR sambil marah-marah. Dia lalu mencekik MIR sambil mengangkatnya, lalu membawanya keluar rumah. Di luar, pelaku kemudian membanting MIR dan selanjutnya menendang bocah malang itu.

“Dipanggilnya anak itu sambil marah-marah, dia bilang sini kau, dekat sini. Dibukanya singletnya (kaos dalam). Trus ditangkapnya leher anak itu, diangkatnya, langsung dibawa ke luar, agak enggak jauh dari gubuk, trus dijatuhkannya, ditendang dia,” kata Sri.

Sri hanya bisa menyaksikan putranya dianiaya oleh suaminya. Dia sempat meminta Riki menghentikan perbuatannya karena tidak tega melihat MIR disakiti.

“Saya cuma bisa bilang, janganlah bang. Anak itu enggak bersuara lho, padahal tendangannya kuat, sampai bersuara gedebuk gitu. Kemungkinan itulah yang bikin tulang rusuknya patah,” kata Sri.

MIR yang terus mendapat kekerasan dari ayah tirinya, akhirnya meninggal dunia di hari itu juga, sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah korban tewas, Riki mengajak Sri Astuti membawa jenazah korban ke lereng dan menguburnya di sana.

Kasus ini akhirnya terungkap sepekan kemudian, Rabu 4 September 2019, setelah polisi mendapatkan informasi dari masyarakat setempat. Warga curiga karena mencium bau busuk menyengat di sekitar bukit dekat perkebunan karet.

Pascapenemuan mayat MIR, petugas Polres Langkat mengamankan ayah tiri korban, Riki Ramadan Sitepu dan menetapkannya sebagai tersangka. Dari hasil pemeriksaan, polisi kemudian menetapkan ibu kandung korban Sri Astuti sebagai tersangka kasus penganiayaan tersebut.


Editor : Maria Christina