Penyelundupan Sabu dalam Anus Berhasil Digagalkan Petugas Bea Cukai Kualanamu Sumut

Rizki Fauzan ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 18:28 WIB
Penyelundupan Sabu dalam Anus Berhasil Digagalkan Petugas Bea Cukai Kualanamu Sumut

AM tersangka penyelundup sabu-sabu dengan menyimpannya dalam anus dari Malaysia menuju Kualanamu. (Foto: iNews.id/Rizki Fauzan).

DELI SERDANG, iNews.id – Penyelundupan 46,5 gram sabu-sabu berhasil digagalkan petugas Bea Cukai Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku menyimpan sabu dalam anus (inserter).

Pelaku AM (44) sedang dalam perjalanan dari Malaysia menuju Kualanamu dengan menggunakan pesawat Air Asia QZ 129 yang mendarat Minggu (13/10/2019) sekitar pukul 08.46 WIB. AM merupakan warga Kuala Tanjung, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batubara, Sumut.

Pengungkapan kasus penyelundupan sabu ini berawal dari hasil analisa dan profiling penumpang. Petugas bea dan cukai memeriksa seorang penumpang yang tiba di terminal kedatangan luar negeri.

BACA JUGA: Bea Cukai Batam Amankan Kurir Narkoba Sembunyikan Sabu di Anus

Dari hasil pemeriksaan medis (Rontgen), dalam tubuh AM ditemukan satu benda asing yang dicurigai berada di dalam anus. Setelah dikeluarkan, benda asing tersebut merupakan narkoba jenis methamphetamine atau sabu dibungkus plastik hitam.

AM mengaku, barang tersebut merupakan titipan dari seseorang di Malaysia. Jika berhasil lolos pemeriksaan, dia akan diberi imbalan sebesar lima juta rupiah.

Kepala KPP Bea Cukai Kualanamu, Bagus Nugroho Tamtomo Putro mengatakan penggagalan penyeludupan narkotika golongan I ini berdasarkan system analysis intelligent dengan menggunakan alat pendeteksi terhadap penumpang.

BACA JUGA: Kurir Sabu Jaringan Internasional Selundupkan Sabu 250 Gram Dalam Anus

“Sistem ini telah diterapkan oleh petugas bea cukai di setiap bandara di Indonesia, untuk mempersempit ruang gerak jaringan narkoba terutaman melalui jalur udara,” katanya.

Bagus menjelaskan, sejak AM turun dari pesawat, pelaku menjalani pemeriksaan fisik dan pemeriksaan scan dengan alat khusus. Alat scan ini dapat mendeteksi apakah seseorang pernah memegang narkoba atau belum.

Hasilnya, alat tersebut menunjukkan indikator 18%. Artinya AM pernah memegang atau berhubungan dengan obat tersebut.

BACA JUGA: Ini Pengakuan Siswi SMK Jadi Kurir Sabu Dalam Anus di Bandara Haluoleo

“Itulah yang mendasari pemeriksaan melalui sinar Rontgen tersebut,” katanya.

Kini AM telah diserahterimakan dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Kualanamu ke Polda Sumut untuk proses lebih lanjut. Atas perbuatannya, AM dijerat tindak pidana Undang-Undang No 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dengan pidana penjara maksimal 10 tahun dan Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan pidana penjara maksimal 15 tahun.


Editor : Umaya Khusniah