Peras dan Sekap Karyawan Rental, Sopir Grab Car di Medan Ditangkap

Wahyudi Aulia Siregar ยท Selasa, 20 November 2018 - 16:45 WIB
Peras dan Sekap Karyawan Rental, Sopir Grab Car di Medan Ditangkap

Ilustrasi penyekapan. (Foto: Okezone)

MEDAN, iNews.id – Seorang sopir taksi online di Medan, Sumatera Utara, ditangkap polisi lantaran diduga telah melakukan pemerasan dan penyekapan terhadap pekerja rental mobil. Kasus tersebut saat ini tengah ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut.

Informasi yang dihimpun, tersangka diketahui bernama Feri Irawan, sopir taksi online yang bermitra dengan aplikator Grab Car. Tersangka juga diketahui bergabung dalam komunitas Driver Sopir Online se-Sumatera Utara. Sementara korbannya bernama Zulkifli Nasution, seorang pekerja (supervisor) di perusahaan rental mobil, PT TPI.

Kasubdit III/Umum Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, penangkapan terhadap tersangka dilakukan atas laporan korban, pada 9 Oktober 2018, silam. “Di mana dalam laporan itu, tersangka diduga kuat telah melakukan tindak pidana perampasan hak kemerdekaan seseorang (penyekapan) dan pemerasan terhadap korban,” ucap Maringan, Selasa (20/11/2018).

Kasus itu bermula dari penarikan satu unit mobil rental milik PT TPI yang digunakan Feri lantaran dirinya tidak membayar biaya rental mobil tersebut. “Namun ternyata tersangka tidak terima atas penarikan tersebut. Tersangka lalu meminta bantuan kepada teman-teman dalam grup Whatsapp komunitasnya untuk mencari korban,” katanya.

Rekan-rekan tersangka di komunitas tersebut lalu berhasil menemukan korban di salah satu warung kopi di Jalan Sisingamangaraja, Kota Medan. Mereka yang berjumlah lebih dari 50 orang meminta jika malam itu juga korban harus mengembalikan mobil yang ditariknya.

"Tapi tersangka menciptakan situasi bahwa seolah-olah dalam mobil yang ditarik terdapat uang sebesar Rp10 juta, sehingga tersangka juga mewajibkan Zulkifli mengembalikan uang tersebut," sebut Maringan.

Aksi intimidasi oleh para sopir taksi online itu semakin menjadi-jadi. Mereka menekan korban untuk mengembalikan uang tersebut. Korban juga diharuskan menyerahkan mobil pengganti sebagai jaminan. Jika tidak diberikan, korban tidak boleh meninggalkan warung tersebut.

Selang lima jam kemudian, atau sekitar pukul 02.00 WIB, secara paksa korban dimasukkan ke dalam mobil dan diancam akan dibawa ke Polrestabes Medan. Namun ternyata korban malah dibawa ke warung basecamp mereka di Jalan Gajah Mada.

"Akhirnya karena korban merasa terancam oleh anggota yang sangat banyak, korban pun memutuskan untuk menyerahkan mobil pengganti kepada tersangka berikut uang Rp5 juta, sebagai pembayaran awal," katanya.

Marigan menyebut, akibat kejadian itu, korban mengalami trauma psikologis, termasuk sejumlah kerugian material. "Jadi dalam kasus itu, korban mengalami kerugian satu unit Mobil Daihatsu Sigra BK 1400 ES dan uang Rp5 juta. Saat ini, kasusnya masih dalam tahap pengembangan untuk mencari tersangka lain yang belum tertangkap," ucap Marigan.


Editor : Himas Puspito Putra