Pimpinan PN Medan Periksa Ruang Kerja Hakim Jamaluddin yang Tewas Dibunuh

Antara, Ahmad Ridwan Nasution ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 18:45 WIB
Pimpinan PN Medan Periksa Ruang Kerja Hakim Jamaluddin yang Tewas Dibunuh

Pimpinan Pengadilan Negeri (PN) Medan memeriksa ruang kerja Hakim Jamaluddin yang tewas diduga dibunuh. (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id - Ruang kerja Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin yang tewas diduga dibunuh diperiksa para pimpinan pengadilan, Selasa (3/12/2019). Pemeriksaan yang berlangsung sejak pukul 11.30 WIB dipimpin Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno.

Pemeriksaan ruang kerja almarhum Jamaluddin itu berlangsung tertutup. Dua petugas Satuan Pengamanan (Satpam) tampak berjaga di depan ruangan.

"Hanya memeriksa berkas-berkas peninggalan beliau. Nantikan mau diganti majelisnya, karena berkas perkara kan harus tetap berjalan," kata Wakil Ketua PN Medan Abdul Aziz.

BACA JUGA:

Ungkap Misteri Kematian Hakim PN Medan, Polda Sumut Periksa 18 Saksi

Asisten Hakim PN Medan Jamaluddin yang Ditemukan Tewas Diperiksa Polisi

Dari hasil pemeriksaan, katanya, sebanyak 17 berkas perkara yang akan diserahkan dan ditangani oleh hakim PN Medan lainnya. "Ada sekitar 16 sampai 17 berkas, itu harus dirunutkan perkara-perkara yang ditangani beliau. Karena beliau meninggal dunia, akan diganti oleh hakim yang lain," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, jenazah Jamaluddin ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di sebuah jurang di Dusun II Namo Rindang, Desa Suka Dame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Jumat (29/11/2019) siang.

Korban yang merupakan Hakim dan juga Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, ditemukan warga di dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado nomor polisi BK 77 HD warna hitam. Saat ditemukan jenazah sudah membiru dengan kondisi terbaring di posisi bangku belakang.

Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyatakan bahwa korban diduga kuat dibunuh. Hingga saat ini, sebanyak delapan pejabat Pengadilan Negeri Medan yang telah diperiksa.


Editor : Kastolani Marzuki