Pingsan dan Diopname Seminggu, Ketua KPPS Tanjung Sari Medan Meninggal

Said Ilham ยท Jumat, 26 April 2019 - 13:03 WIB
Pingsan dan Diopname Seminggu, Ketua KPPS Tanjung Sari Medan Meninggal

Istri almarhum Evi Julianti menunjukkan gambar foto suaminya dalam penanganan di RS usai pingsan saat bertugas sebagai KPPS. (Foto: iNews/Said Ilham)

MEDAN, iNews.id – Satu lagi seorang pejuang demokrasi gugur setelah menjalani perawatan selama sepekan lebih di Rumah Sakit (RS) Adam Malik, Medan, Sumatera Utara (Sumut). Almarhum yakni Susianto, Ketua Kelompok Penyelanggara Pemungutan Suara (ketua KPPS) di TPS 27, Kelurahan Tanjung Sari, Medan Selayang.

Pantauan iNews, suasana duka tampak masih menyelimuti kediaman rumah almarhum di Jalan Setiabudi Pasar I Gang Rambe. Sejumlah pelayat masih berdatangan ke rumah duka dan memberi penguatan bagi istri dan anak yang ditinggalkan almarhum.

Sang istri Evi Julianti menceritakan, suaminya sempat mengeluh kelelahan pada malam jelang pemungutan suara pada Rabu (17/4/2019). Namun dia bersikeras untuk mengikuti proses pencoblosan hingga perhitungan suara.

Dia juga mendapat informasi dari rekan sesama KPPS jika almarhum pada malam itu memang terlihat lemah, namun tetap bekerja membagikan lembar C1, serta melengkapi laporan adminstrasi calon pemilih.

Ayah satu anak itu juga bekoordinasi soal pembuatan TPS hingga disepakati akan dibangun tepat di depan rumahnya. Tepat di hari pencoblosan, almarhum Susianto menjalankan tugas dengan mendata seluruh warga yang akan menggunakan hak pilih dan menyesuaikannya dengan jumlah surat suara.

Namun menjelang waktu pemungutan suara berakhir, almarhum jatuh pingsan diduga kelelahan. Dia kemudian dilarikan ke RS Adam Malik.

“Almarhum sempat berkata lelah dan asam lambungnya naik. Namun dia tetap bekerja hingga drop dan dibawa ke rumah sakit,” ujar Evi, Kamis (25/4/2019).

Dia menuturkan, selama ini suaminya tidak memiliki riwayat sakit lambung. Saat dalam penanganan medis, almarhum mengeluhkan nyeri perut, dan mengalami sesak nafas. Selama satu minggu penuh menjalani opname, almarhum akhirnya mengembuskan napas terakhir Kamis (26/4/2019) dini hari.

Istri almarhum kini hanya bisa ikhlas dengan kepergian suaminya sebagai bagian dari pejuang demokrasi. Namun Evi berharap ada bantuan dari pemerintah untuk dapat memperhatikan kelangsungan hidup dia dan putrinya yang ditinggal almarhum.

“Sampai saat ini belum ada yang datang menengok (pemerintah maupun KPU). Kami keluarga sudah ikhlas,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw