Polisi dan BKSDA Sumut Tangkap Penjual Satwa Dilindungi di Deliserdang

Stepanus Purba ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 17:24 WIB
Polisi dan BKSDA Sumut Tangkap Penjual Satwa Dilindungi di Deliserdang

Polda Sumut saat ekspose kasus perdagangan satwa langka, Jumat (11/1/2019). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id – Kasus perdagangan satwa langka diungkap Polda Sumatera Utara bekerja sama dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut. Dalam operasi penangkapan itu, polisi mengamankan seorang tersangka dan mengamankan sejumlah satwa langka yang hendak dijual.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja membenarkan adanya penangkapan tersebut. Hasil penyelidikan, anggotanya dan petugas BKSDA Sumut menciduk penjual satwa langka dilindungi.

“Penangkapannya di Deliserdang, di tempat kediaman tersangka,” ujar Tatan, Jumat (11/1/2019).Identitas tersangka yakni bernama Arbian (25), warga Manan, Kecamatan Hamparan Perak, Deliserdang, Sumut. Dalam rumahnya, petugas menemukan barang bukti tiga ekor anak elang brontok, tiga anak kucing akar dan tiga ekor anak lutung, yang kemudian turut diamankan.

BACA JUGA: Polres Bantul Bongkar Kasus Perdagangan Satwa Dilindungi

"Modusnya, tersangka menjual satwa dilindungi ini melalui media sosial dengan menggunakan nama samaran," katanya.

Tatan menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal setelah petugas menyamar dengan berpura-pura menjadi pembeli. Saat akan bertransaksi, tersangka langsung diamankan berikut dengan barang buktinya.

"Dia menjualnya dengan harga bervariatif, mulai dari Rp200.000 hingga Rp450.000 untuk tiap ekornya," ucapnya.

Pengakuannya, dia mendapat satwa dilindungi itu dengan membelinya dari seorang nelayan. Untuk tiap satwa langka itu dia merogoh kocek Rp25.000-Rp75.000.

"Atas perbuatannya, tersangka akan kami jerat dengan Pasal 21 Ayat (2) huruf a jo Pasal 40 ayat (2) Undang-Undang (UU) RI Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem,” tuturnya.


Editor : Donald Karouw