Polisi Musnahkan Bahan Peledak di Rumah Terduga Teroris di Sibolga

Stepanus Purba ยท Kamis, 14 Maret 2019 - 11:52 WIB
Polisi Musnahkan Bahan Peledak di Rumah Terduga Teroris di Sibolga

Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi ledakan bom di Sibolga, Sumut, Rabu (14/3/2019). (Foto: iNews/Raymond)

SIBOLGA, iNews.id – Polda Sumatera Utara (Sumut) melakukan disposal atau memusnahkan sejumlah bahan peledak aktif yang tersisa di rumah tersangka teroris Husain alias Abu Hamzah di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Proses disposal dilakukan di perbukitan Rindu Alam di kawasan Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng).

“Sejumlah bahan peledak yang diamankan oleh Densus 88 berupa tabung gas, kaleng, serta botol-botol. Bahan-bahan peledak itu kan diledakkan di tempat yang jauh dari permukiman penduduk,” kata Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto, Kamis (14/3/2019).

BACA JUGA:

Polri: Ada Puluhan Bom Aktif Dalam Rumah Terduga Teroris di Sibolga

Ledakan Bom di Sibolga Rusak Puluhan Rumah, Densus 88 Sisir Lokasi

Kapolda juga memastikan bom bunuh diri yang diledakkan istri terduga teroris memiliki daya ledak tinggi. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait jenis bom yang diledakkan. “Berdaya ledak tinggi. Namun jenis bomnya masih dalam pemeriksaan Densus 88,” ujarnya.

Selain menemukan beberapa jenis bahan peledak, polisi juga mengamankan serpihan daging dan tubuh. Diduga, itu bagian dari jenazah istri Abu Hamzah yang tewas akibat ledakan bom. “Istri terduga teroris bernama Solimah,” ujar Agus.

Sebelumnya, Densus 88 Antiteror mengamankan tiga orang terduga teroris di Kota Sibolga, Sumut, pada Selasa (12/3/2019). Ketiganya yakni, Husain alias Abu Hamzah, Asmir Khoir alias Ameng, dan Halimah.

Saat penangkapan itu, Solimah, istri terduga teroris Abu Hamzah menolak menyerahkan diri kepada petugas kepolisian. Solimah selanjutnya melakukan aksi bunuh diri dengan meledakkan bom jenis bom lontong. Dalam aksi bom bunuh diri itu, salah seorang anak dari terduga teroris juga ikut tewas.


Editor : Maria Christina