Polisi Periksa 6 Saksi untuk Selidiki Hilangnya Rp1,67 Miliar Uang Pemprov Sumut

Stepanus Purba ยท Sabtu, 14 September 2019 - 13:23 WIB
Polisi Periksa 6 Saksi untuk Selidiki Hilangnya Rp1,67 Miliar Uang Pemprov Sumut

Kantor Gubernur Sumut. (Foto: IST)

MEDAN, iNews.id – Petugas Satreskrim Polrestabes Medan masih terus menyelidiki kasus hilangnya uang milik Pemprov Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp1,672 miliar di parkiran Kantor Gubernur Sumut, Senin (9/9/2019) lalu. Sampai saat ini, sudah enam orang diperiksa.

“Hingga saat ini sudah enam orang saksi yang kami periksa terkait hilangnya uang itu,” kata ucap Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira, Sabtu (14/9/2019).

BACA JUGA:

Uang Sekitar Rp1,7 Miliar Milik Pemprov Sumut Hilang dari Mobil saat Diparkir

Uang Pemprov Sumut Hilang Hampir Rp1,7 M, Kapolda: Kenapa Ditinggalkan di Mobil?

Namun, Putu tidak menyebutkan identitas keenam saksi yang diperiksa. Penyidik masih menggali sejumlah keterangan terkait dengan raibnya uang tersebut dari dalam mobil. Diketrahui uang yang hilang rencananya diserahkan kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumut.

“Masih terus dilakukan pemeriksaan oleh penyidik dan belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka,” kata Putu Yudha.

Diketahui uang Pemprov Sumut senilai Rp1.672.985.500 hilang dari dalam mobil Toyota Avanza BK 1875 ZC yang diparkirkan di pelataran Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Senin (9/9/2019) sekitar pukul 17.00 WIB.

Uang itu merupakan honor kegiatan aparatur sipil negara (ASN) yang sebelumnya. Dua pegawai BKD sebelumnya menarik uang dari Bank Sumut Cabang Utama di Jalan Imam Bonjol, Medan. Namun, setibanya di kantor Gubernur Sumut, keduanya tidak membawa uang tersebut ke dalam gedung, justru ditinggal di dalam mobil.

Sementara kedua pegawai itu pergi salat Ashar dan sekaligus mengisi absen pulang. Ketika keduanya kembali ke mobil, slot kunci mobil sudah dirusak dan uang yang disimpan di dalam hilang. Pemprov Sumut langsung melaporkan kasus itu ke Polrestabes Medan.


Editor : Maria Christina