Polri: Ada Puluhan Bom Aktif Dalam Rumah Terduga Teroris di Sibolga

Den Helmi Sajangbati ยท Rabu, 13 Maret 2019 - 20:49 WIB
Polri: Ada Puluhan Bom Aktif Dalam Rumah Terduga Teroris di Sibolga

Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo saat jumpa pers penanganan kasus teroris di Sibolga, Sumut, Rabu (13/3/2019). (Foto: iNews/Den Helmi Sajangbati)

JAKARTA, iNews.id – Densus 88 Antiteror Mabes polri memastikan masih banyak bom aktif yang tersimpan dalam rumah terduga teroris Abu Hamzah di Kota Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Jumlahnya bahkan mencapai puluhan.

"Dari pengakuan AH, ada sekitar puluhan bom yang sudah dirakit dalam rumahnya. Sementara yang dibawa istrinya (bom bunuh diri) ada empat bom," ujar Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Jakarta, Rabu (13/3/2019).

Selain puluhan bom aktif, dalam rumahnya di Jalan KH Ahmad Dahlan, Kecamatan Sibolga Sambas, terdapat puluhan kilogram (Kg) bahan peledak berupa potasium.


BACA JUGA:

Istri Terduga Teroris Bersama Balita 2 Tahun Ledakan Diri Dalam Kamar

Ledakan Bom di Sibolga Rusak Puluhan Rumah, Densus 88 Sisir Lokasi


Abu Hamzah diduga tidak merakit sendiri puluhan bom tersebut lantaran jumlahnya yang cukup besar untuk dikerjakan. "Pasti dia dibantu temannya yang saat ini masih kami lakukan pengembangan," katanya.

Dedi Prasetyo menuturkan bom yang telah dirakit rencananya akan digunakan untuk aksi amaliyah yang menyasar aparat keamanan, khususnya personel kepolisian.

"Sasaran mereka tentu polisi. Sudah 20 tahun kami lakukan pengejaran dan penegakkan hukum terhadap kelompok teroris," ucapnya.

Abu Hamzah ditengarai masih satu jaringan dengan terduga teroris R alias Putra Syuhada (23) yang ditangkap di Lampung dan PK alias Salim Salyo yang tertangkap di Kalimantan Barat akhir pekan lalu.

Mereka saling berkomunikasi melalui media sosial seperti Facebook serta aplikasi perpesanan WhatsApp dan surel.

Diketahui, Abu Hamzah merupakan terduga teroris jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang berafiliasi dengan ISIS. Jaringan ini memiliki kemampuan merakit bom dan dapat mempengaruhi anggota-anggota kelompok terorisnya.


Editor : Donald Karouw