Protes Jalan Rusak, Warga Labuhanbatu Utara Tanam Padi di Tengah Jalan

Stepanus Purba ยท Senin, 03 Desember 2018 - 14:28 WIB
Protes Jalan Rusak, Warga Labuhanbatu Utara Tanam Padi di Tengah Jalan

Warga Kualuh Ledong saat menggelar aksi tanam padi di jalam sebagai bentuk protes buruknya infrastruktur. (Foto: Istimewa)

LABURA, iNews.id – Harapan warga Teluk Pulai, Kualuh Ledong, Labuhanbatu Utara untuk merasakan infrastruktur jalan yang memadai masih belum terwujud. Hingga saat ini, kondisi jalan menuju daerah tersebut belum tersentuh pembangunan dan mengundang protes warga setempat.

Dalam aksi atas rasa kekecewaan dan kekesalamnnya, warga Kualuh Ledong menanam padi di badan jalan yang berkubang dan penuh lumpur. "Ini sebagai bentuk protes kami, karena jalan ini sudah sama seperti sawah," ujar Muslim Nasution, warga setempat, Senin (3/12/2018).

Kondisi jalan rusak ini memberi dampak buruk bagi warga Kualuh Ledong, khususnya di bidang ekonomi. "Kami kesulitan menjual hasil pertanian ke pasar di musim hujan. Belum lagi pengendara yang rawan kecelakaan karena jalanan berlubang dan berbahaya," ujarnya.


BACA JUGA:

Tanah Longsor Tutup Jalur KA di Waykanan Lampung, Perjalanan Terganggu

Pohon Tumbang di Jalan Pantura Sudah Dievakuasi


Dia mengungkapkan, pihaknya sudah berulang kali mengajukan permohonan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labura maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) untuk perbaikan jalan, namun hasilnya nihil.

"Sampai saat ini aspirasi kami selalu diabaikan pemerintah," ujarnya.

Selain sebagai bentuk protes, aksi tanam padi di jalanan rusak ini agar mendapat perhatian Pemerintah Pusat, khususnya dapat terdengar sampai ke Presiden Jokowi.

"Kiranya Presiden Jokowi bisa mengintruksikan Gubernur Sumut dan Bupati Labuhanbatu Utara agar membangun jalan kami yang hancur," ucapnya.

Muslim menuturkan, aksi ini sekaligus peringatan bagi Pemkab Labuhanbatu Utara untuk memperhatikan aspirasi masyarakat. Karena jika terus diabaikan, warga akan memilih bergabung dengan Kabupaten Asahan.

"Kami siap mengasingkan diri dari Labuhan batu dan bergabung ke Kabupaten Asahan," tuturnya.


Editor : Donald Karouw