Protes Ucapan Bos Big Blue Taxi, Ratusan Driver Online Geruduk Konjen Malaysia

Stepanus Purba ยท Rabu, 11 September 2019 - 16:35 WIB
Protes Ucapan Bos Big Blue Taxi, Ratusan Driver Online Geruduk Konjen Malaysia

Ratusan pengemudi ojek online saat berunjuk rasa di depan kantor Konjen Malaysia di Jalan Diponegoro, Kota Medan. (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Ratusan pengemudi ojek online (ojol) di Kota Medan, Sumatera Utara menggeruduk kantor Konsulat Jendral (Konjen) Malaysia di Jalan Diponegoro, Rabu (11/9/2019).

Aksi para driver ojol yang menyebut Aksi Bela NKRI ini merupakan buntut dari ucapan dari Bos Big Blue Taxi Malaysia, Shamsubahrin Ismail yang dinilai menghina Indonesia beberapa waktu lalu di media sosial.

Dalam aksinya, para pengemudi ojek online mendesak pemerintah Malaysia untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada rakyat dan pemerintah Indonesia baik melalui media cetak maupun media elektronik.

“Kami menuntut pemerintah Malaysia untuk minta maaf karena sudah menghina warga Indonesia terlbeih para pengendara ojek online di Indonesia," ucap Koordinator aksi, Muhammad Nur.

BACA JUGA:

Sebut Pengguna Gojek Indonesia Miskin, Bos Perusahaan Taksi Malaysia Minta Maaf

Driver Gojek Galang Dana Ongkosi ke Jakarta, Bos Taksi Malaysia: Enggak Butuh

Massa meminta kepada pemerintah Malaysia untuk menyampaikan minta maaf dalam tempo waktu 7 hari setelah somasi disampaikan. "Jika tidak, kami akan melakukan aksi yang lebih besar lagi,” kata Muhammad Nur.

Aksi damai para driver ojol itu mendapat pengawalan ketat polisi. Arus lalu lintas di lokasi juga sempat tersendat akibat aksi tersebut.

Sebelumnya, Bos sekaligus pendiri perusahaan taksi Malaysia Big Blue Taxi Shamsubahrin Ismail, Rabu (28/8/2019), meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan para driver Gojek setelah menyebut negara dan warga RI miskin.

Ismail mengaku mendapat banyak kritikan dari warga Indonesia melalui akun media sosialnya.

"Saya berharap tidak ada demonstrasi, terkait dengan hubungan kedua negara," kata Ismail, dalam jumpa pers, seperti dilaporkan The Star.

Ismail menjadi sasaran hujatan warganet Indonesia atas pernyataannya yang menghina Gojek dan para pengguna jasa transportasi online itu. Dalam tayangan video yang menjadi viral, dia menyebut Gojek merupakan layanan transportasi online yang hanya dimanfaatkan masyarakat miskin di Jakarta serta kota besar lain seperti di Thailand.


Editor : Kastolani Marzuki