Puluhan Bangkai Babi yang Mengambang di Danau Siombak Terjangkit Virus Hog Cholera

Stepanus Purba ยท Rabu, 06 November 2019 - 13:01 WIB
Puluhan Bangkai Babi yang Mengambang di Danau Siombak Terjangkit Virus Hog Cholera

Ilustrasi hewan babi. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Puluhan bangkai babi yang mengambang di Danau Siombak, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) Selasa, (5/11/2019) diduga terkena virus babi (Hog Kolerea). Virus yang menyebabkan babi mati mendadak ini sudah menyebar di Sumut.

Kadis Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut, M Azhar mengatakan virus babi sudah menyebar di Kabupaten Dairi, Humbahang Hasundutan hingga Deli Serdang.

“Mungkin peternak malas menguburkan babi yang mati mendadak dan hanya membuangnya,” katanya saat dikonfirmasi iNews.id, Rabu (6/11/2019).

Azhar memastikan Hog Cholera tidak berbahaya bagi manusia. Namun babi lain akan mudah tertular jika bangkai babi yang terjangkit virus ini tidak segera dikubur.

"Jadi kita sudah imbau supaya jangan dibuang ke sungai,” katanya.

BACA JUGA: Puluhan Bangkai Babi Mengambang di Danau Siombak Medan dan Timbulkan Bau Busuk

Azhar mengatakan, pihaknya sudah membuat surat yang ditembuskan ke seluruh kabupaten kota terkait imbauan ini. Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Sumut juga sudah mengambil beberapa sampel bangkai babi untuk diteliti.

Sebanyak 10 ribu babi sehat di Sumut sudah diberi vaksin agar tidak tertular virus ini. Namun untuk babi yang sudah terjangkit, sudah tidak dapat disembuhkan.

“Karena itu dari virus maka peternak harus menjaga kebersihan kandang dan memberikan vitamin kepada ternak,” katanya.

BACA JUGA: Bangkai Beruang Madu Ditemukan Membusuk di Subulussalam Aceh

Sebelumnya Danau Siombak di Jalan Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Kota Medan dipenuhi bangkai babi dan menimbulkan bau busuk. Puluhan bangkai diduga sengaja dibuang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bangkai-bangkai babi mengambang sejak Jumat (1/11/2019) pekan lalu. Akibatnya, warga terganggu dengan bau busuk yang ditimbulkan.

Untuk mengantisipasi bau, warga menaiki perahu lalu menarik bangkai dengan tali. Bangkai ini ditarik ke arah Belawan sehingga menjauhi pemukiman.


Editor : Umaya Khusniah