Puluhan Warga Gunung Melayu Keracunan Usai Makan Mi di Acara Pengajian

Stepanus Purba ยท Rabu, 27 Februari 2019 - 12:28 WIB
Puluhan Warga Gunung Melayu Keracunan Usai Makan Mi di Acara Pengajian

Ilustrasi pasien keracunan makanan dirawat di rumah sakit. (Foto: iNews.id)

MEDAN, iNews.id – Puluhan warga Desa Gunung Melayu, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara (Sumut), diduga keracunan usai makan mi rebus saat acara pengajian. Warga yang didominasi oleh ibu-ibu ini dilarikan ke puskesmas karena merasa pusing, mual-mual, dan muntah-muntah.

Sebagian korban yang mengikuti acara pengajian dan sebagian lagi tetangga warga yang menggelar pengajian, Selasa (26/2/2019). Dari sekitar 70 orang yang terkena gejala keracunan, sebagian besar berusia dewasa dan lima ibu hamil. Selain itu, ada delapan anak-anak. Sebagian korban, khususnya yang hamil, dirujuk ke rumah sakit di Kota Rantauprapat.

Salah satu korban keracunan makanan, Kasni mengungkapkan, mereka mengonsumsi mi yang diantarkan tetangganya yang mengadakan acara pengajian, Selasa (26/2/2019).

“Tetangga kami mengantarkan mi rebus itu ke rumah kami karena di rumahnya ada pengajian. Sekitar tiga jam setelah makan, mulai lah terasa seperti keracunan. Kami pusing, mual, dan muntah-muntah. Makanya langung saya minta tolong diantarkan ke puskesmas,” kata warga Kasni, Rabu (27/2/2019).

BACA JUGA:

300 Lebih Warga Keracunan Usai Makan di Pesta Pernikahan

Warga Tuban Tewas Usai Makan Telur Ikan Laut, 1 Kritis di Rumah Sakit

Sementara itu, Atun selaku tuan rumah yang menggelar acara pengajian di rumahnya mengakui menyiapkan mi rebus ebagai penganan usai pengajian. Tak hanya jamaah pengajian yang memakannya, anggota keluarga Atun juga ikut menyantapnya.

“Saya juga membagikan mi rebus kepada sejumlah tetangga saya. Saya beli mi tersebut dari pasar,” ujar Atun.

Kasus keracunan saat ini sudah ditangani pihak Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu dan Dinas Kesehatan Kabupaten Labura. Petugas masih mencari tahu penyebab warga mengalami keracunan secara massal dengan meminta keterangan dari warga yang menggelar pengajian.

“Yang bersangkutan mengatakan bahwa mi tersebut dibelinya dari pasar, nah kami sedang mencari penjual tersebut inisialnya R,” kata Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Jama K Purba, Rabu (27/2/2019).

Selain itu, polisi juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Labura untuk melakukan uji laboratorium untuk sampel mi yang dikonsumsi para korban. “Kami mau lihat dulu, apakah itu buatan sendiri (industri rumah tangga) atau seperti apa. Itu nanti jadi bagian dari penyelidikan,” ujarnya.


Editor : Maria Christina