Rampas Motor dan Uang Rp25 Juta, Pelaku Begal Ditembak Mati Polisi di Medan

Stepanus Purba ยท Senin, 29 Juli 2019 - 15:10 WIB
Rampas Motor dan Uang Rp25 Juta, Pelaku Begal Ditembak Mati Polisi di Medan

Petugas saat mengevakuasi jenazah terduga begal motor yang ditembak mati karena melawan saat ditangkap. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id - Petualangan MIF alias Irfan (30), begal motor yang kerap beraksi di Kota Medan berakhir. Dia ditembak mati setelah berupaya menyerang petugas Polrestabes Medan dengan senjata tajam saat penangkapan.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengatakan, penangkapan pelaku merupakan tindaklanjut atas laporan warga korban begal bernama Fatimah Sari pada Kamis (25/7/2019). Korban membuat laporan telah dibegal saat melintas di kawasan Jalan Benteng Hilir Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang. Dalam kejadian itu, korban kehilangan motor miliknya Honda Vario berpelat nomor BK 5643 AGN.

"Korban mengaku dipepet tiga orang saat mengendarai sepeda motor. Mereka menodong senjata tajam ke korban dan merampas harta serta sepeda motornya," ujar Dadang, Senin (29/7/2019).

BACA JUGA: Polisi Tangkap Pembunuh Perempuan Pengelola Koperasi di Medan

Dalam pembegalan tersebut, selain motor korban, uang tunai Rp25 juta serta ATM dan ponselnya turut dirampas pelaku.

"Anggota kami langsung lakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi salah seorang pelaku bernama Irfan," katanya.

Polisi yang telah keberadaan pelaku sedang berada salah satu hotel di Tembung langsung menyusun rencana penangkapan pada Sabtu (27/7/2019). Anggota pun menggerebek pelaku dalam kamar hotel.

Saat itu, pelaku diamankan beserta barang bukti STNK dan 1 unit motor Vario BK 5643 AGN milik korban. Petugas selanjutnya mengembangkan kasus dan meminta pelaku untuk menunjukkan barang bukti lainnya.

Saat pengembangan, pelaku berusaha melarikan diri dengan melawan petugas. Pelaku bahkan melukai seorang petugas bernama Bripda Galih Prakoso dengan pisau.

"Anggota kami sudah memberikan tembakan peringatan namun tidak dihiraukan. Tindakan tegas pun terpaksa dilakukan dengan mengarahkan tembakan ke dada pelaku hingga menyebabkannya meninggal dunia," tuturnya.

Hasil pengembangan, pelaku merupakan residivis dalam kasus yang sama. Dia pernah penjara pada tahun 2015 atas kasus curanmor dengan kekerasan.


Editor : Donald Karouw