Relawan Jokowi-Ma'ruf di Medan Gelar Syukuran Bersama Anak Yatim Piatu

M Andi Yusri · Senin, 22 April 2019 - 12:40 WIB
Relawan Jokowi-Ma'ruf di Medan Gelar Syukuran Bersama Anak Yatim Piatu

Relawan Jokowi-Ma'ruf gelar syukuran bersama anak yatim piatu. (Foto: Sindonews).

MEDAN, iNews.id - Relawan pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf Amin menggelar syukuran bersama anak yatim piatu atas kemenangan hasil Pilpres 2019. Kegiatan ini berlangsung di Rumah Bersama Pelayan Rakyat atau Komunitas Alumni Perguruan Tinggi (KAPT) Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Sedikitnya 40-an anak yatim piatu Al Jamiatul Wasliyah Al Islamiyyah melakukan doa bersama atas kemenangan capres-cawapres nomor urut 01 pada Pemilu 17 April lalu.

Ketua Aliansi Masyarakat Sipil Indonesia Hebat (Amisbat), Zulkarnain mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mensyukuri pemilu berjalan dengan kondusif. Selain itu, diharapkan aparat keamanan dapat diberi kesehatan dan keselamatan dalam bertugas.

"Sehingga kita rasakan pemilu itu aman, damai dan lancar. Rakyat Indonesia telah memilih Presiden dan Wakil Presiden Jokowi-Ma'aruf Amin, sehingga kami mengambil langkah melakukan doa bersama anak yatim piatu," kata Zulkarnain kepada wartawan, Senin (22/4/2019).

BACA JUGA: Ketua PPK Medan Marelan Usir Wartawan saat Meliput Rekapitulasi Suara

Relawan yang tergabung dalam KAPT itu meyakini pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo-KH Ma'aruf Amin memperoleh suara yang signifikan besar.

Menurut dia, sudah jauh-jauh hari relawan berharap agar hasil quick count dan real count tidak meleset jauh. Meski begitu, dia bersama barisan KAPT tetap menunggu hasil hitungan dari KPU.

"Meski sudah terlihat paslon nomor 01 ini unggul dalam quick count. Mudah-mudahan menjadi Presiden dan Wakil Presiden 2019-2024," ujar Bendahara Nahdathul Ulama (NU) Kota Medan ini.

Terkait adanya syukuran dari tim Badan Pemenangan Daerah (BPD) Kota Medan dari paslon 02, dia mengaku, menghormati kegiatan mereka. Namun, dia tetap akan mengacu pada keputusan real count KPU nanti.

"Kami menanggapinya arif dan bijaksana, itu hak mereka. Kami tetap menunggu hasil dalam menentukan siapa yang bakal jadi pemenang," kata Zulkarnain.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal