Renggut 7 Korban Jiwa, Pemkab Karo: Pemandian Daun Paris Tak Berizin

Stepanus Purba ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 15:09 WIB
Renggut 7 Korban Jiwa, Pemkab Karo: Pemandian Daun Paris Tak Berizin

Bupati Karo Terkelin Brahmana saat meninjau kondisi pemandian air panas Daun Paris usai longsor dan ambruk serta menelan korban jiwa. (Foto: Istimewa)

MEDAN, iNews.id – Fakta baru terungkap dari hasil pengembangan insiden ambruknya tembok penahan longsor di lokasi pemandian air panas Daun Paris Raja Berneh, Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut) pada Minggu (2/11/2018). Keberadaan lokasi wisata ini disinyalir tidak memiliki izin dari instansi terkait.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karo melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Timotius Ginting mengatakan, tempat pemandian air panas Daun Paris memang tidak memiliki izin lingkungan. Instansinya sudah melakukan pengecekan adminitratif dan tidak menemukan berkas yang mengacu pada proses kelayakan izin lingkungan di lokasi pemandian tersebut.

"Benar, kami sudah cek datanya, pemandian air panas Daun Paris itu tidak ada izin lingkungan," katanya, Selasa (4/12/2018).

Dia menjelaskan, seharusnya dalam pembukaan usaha atau kegiatan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (UUPPLH). Disebutkan tiap usaha atau kegiatan diwajibkan memiliki amdal atau upaya pengelolaan lingkugan hidup dan upaya pemantauan lingkungan hidup (UKL-UPL).


BACA JUGA:

Tewaskan 7 Mahasiswa, Polisi Periksa Pemilik Pemandian Daun Paris

Ini Identitas Mahasiswa Tewas dan Terluka Korban Longsor di Karo Sumut


"Kalau melanggar akan dikenakan hukuman sebagaimana diatur dalam Pasal 36 dengan hukman pidana paling singkat satu tahun dan paling lama 3 tahun, serta denda paling sedikit Rp1 Miliar dan paling banyak Rp3 miliar," ujarnya.

Timotius mengungkapkan, pihaknya menduga sejumlah pemandian air panas yang ada di Desa Semangat Gunung masih belum memiliki izin lingkungan. Karena itu dia mengharapkan agar kepada pemilik usaha untuk segera mengurusnya.

“Kalau tidak tentu kami akan berikan sanksi tegas berupa penutupan," ucapnya.

Diketahui, Polres Tanah Karo terus menyelidiki insiden ambruknya tembok penahan longsor di lokasi pemandian air panas Daun Paris Raja Berneh yang merenggut tujuh korban jiwa dan menyebabkan 9 lainnya terluka pada Minggu (2/12/2018). Sudah ada lima saksi yang diperiksa, termasuk pemilik lokasi wisata tersebut.

Kanit Reskrim Polres Tanah Karo Ipda Togu Siahaan mengungkapkan, sudah memeriksa lima saksi untuk pengembangan penyelidikan insiden tersebut. Namun hingga saat ini belum ada penetapan tersangka.


Editor : Donald Karouw