Satu Kampung Nyaris Hilang Disapu Banjir Bandang di Madina

Ahmad Husein Lubis ยท Kamis, 08 November 2018 - 17:55 WIB
Satu Kampung Nyaris Hilang Disapu Banjir Bandang di Madina

Warga membersihkan lihat kondisi permukiman mereka yang luluh lantak disapu banjir bandang di Kabupaten Madina, Sumut, Kamis (8/11/2018). (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

MANDAILING NATAL, iNews.id – Banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut), meluluhlantakkan puluhan bangunan dalam satu malam, termasuk infrastruktur Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Bahkan, satu kampung nyaris hilang disapu musibah yang terjadi pada Rabu malam (7/11/2018).

Dari pantauan iNews dan informasi yang dikumpulkan, wilayah terparah dilanda banjir berada di Kecamatan Lingga Bayu. Tercatat, 46 rumah warga hilang tak bersisa hanyut tersapu banjir bandang.

Kondisi di kecamatan ini, tepatnya di Kelurahan Simpang Gambir, luluh lantak. Sebanyak 16 rumah warga kampung yang berada di bantaran sungai tak lagi bersisa, hanyut bersama derasnya terjangan banjir. Sejumlah bangunan hanya menyisakan pondasi rumah sementara suasana jalan dipenuhi lumpur tebal.

BACA JUGA: 

Longsor Sepanjang 50 Meter Tutup Jalinsum, Akses ke Madina Lumpuh

Curah Hujan Tinggi Sebabkan Longsor dan Banjir di Mandailing Natal

Mandailing Natal Dilanda Hujan Deras, Jalan Lintas Sumut-Sumbar Putus

Selain di Kelurahan Simpang Gambir, banjir bandang menghanyutkan 8 rumah di Desa Ranto Sore, 8 rumah di Desa Aek Garingging, 6 rumah di Desa Sikumbu, 6 rumah di Desa Pulo Padang, dan 2 rumah di Desa Tapus.

Saat ini banjir sudah surut. Warga kembali ke rumah untuk membersihkan sisa banjir bandang. Sebagian hanya bisa melihat rumahnya yang porak poranda tersapu air. harus Mereka belum tersentuh bantuan karena akses jalan yang masih terputus akibat tanah longsor.

“Banyak lumpur masuk ke rumah dan sulit dibersihkan,” kata warga Sakdiah Lubis yang membersihkan rumah bersama suaminya.

 

Warga membersihkan rumah setelah banjir bandang surut di Kabupaten Madina, Sumut, Kamis (8/11/2018). (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)


Banjir bandang yang melanda Madina terjadi akibat meluapnya sejumlah sungai di antaranya Sungai Batang Gadis, Sungai Batang Natal, hingga Sungai Aek Mata. Musibah ini berdampak pada warga di 12 kecamatan. Pemerintah Kabupaten Madina pun telah menetapkan satu pekan masa tanggap darurat bencana banjir bandang.


Editor : Maria Christina