Seekor Hewan Langka Binturong Dilepas di Hutan Gunung Leuser Sumut

Muhammad Zaenal Tanjung ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 21:44 WIB
Seekor Hewan Langka Binturong Dilepas di Hutan Gunung Leuser Sumut

Biturong dilepas di hutan Gunung Leuser, Sumatera Utara , Kamis (17/10/2019). (Foto: iNews.id/Muhammad Zaenal Tanjung).

BINJAI, iNews.id – Seekor binatang langka binturong dilepas Tim Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL) di kawasan Hutan Gunung Lauser, Desa Telagah, Kecamatan Sei Binge, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara (Sumut). Sebelumnya, binturong ini merupakan hewan piaraan warga.

TNGL bersama komunitas pencinta musang Sumatera Utara, dan perangkat Desa Telagah melepas seekor binturong, Kamis (17/10/2019). Warga dengan suka rela menyerahkan binatang yang sudah menjadi peliharaannya ini kepada aparat desa.

Selanjutnya, perangkat desa menghubungi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBSKDA) Sumut agar dilepas ke dalam hutan.

Binturong merupakan binatang langka yang mirip musang yang memiliki bulu hitam seperti bulu beruang. Hewan ini tersebar di Pulau Sumatera, Jawa dan negara-negara di Asia Tenggara.

BACA JUGA: 2 Anak Harimau Putih Langka Dapat 'Rumah Baru' di Nikaragua

Hewan ini biasa memakan buah, dedaunan dan serangga. Sayangnya hewan ini sudah semakin langka.

Panjang hewan bisa mencapai dua meter, dengan berat badannya bisa mencapai 40 kilogram. Sementara binturong yang dilepas ini memiliki panjang 1,7 meter.

Meski nampak seram, hewan ini tidak agresif. Karena itu, hewan ini kerap masuk perangkap petani atau pemburu. Biasanya setelah ditangkap, binturong dijadikan hewan peliharaan.

Binturong remaja ini dimasukkan ke dalam kandang khusus sebelum dilepaskan di hutan. Lokasi pelepasan sengaja dicari yang sesuai dengan habitatnya, dimana terdapat banyak makanan kesukaannya.

BACA JUGA: Satwa Langka Tapir Mati Setelah Terjebak di Sumur Warga di Jambi

Menurut Kasi Pengelolaan TNGL Wilayah V, Palber Turnip, hewan ini kerap masuk perangkap yang dibuat warga baik di ladang atau hutan. Keberadaannya sudah sangat terancam.

“Hal kecil seperti ini dan kepedulian warga akan sangat mendukung pelestarian hewan langka seperti ini,” katanya.


Editor : Umaya Khusniah