Sejoli Tewas di Hotel Central Asahan, Polisi: Motif Asmara Segitiga

Stepanus Purba ยท Selasa, 08 Januari 2019 - 20:05 WIB
Sejoli Tewas di Hotel Central Asahan, Polisi: Motif Asmara Segitiga

Penembakan yang menewaskan sejoli di Asahan, Sumut diduga karena motif asmara. (Foto: ilsutrasi)

MEDAN, iNews,id – Motif di balik tewasnya sejoli dengan luka tembak di salah satu kamar Hotel Central Kisaran, Asahan, Sumatera Utara mulai terungkap. Sejoli itu diketahui bernama Hasyim Prasetya (33), warga Bunut Barat Kecamatan Kisaran Barat; dan Depi Istiana (22), warga Pondok Karang Air, Lingkungan III, Kelurahan Karang Anyer, Kecamatan Kisaran Timur, Kota Kisaran.

Dari hasil penyelidikan polisi, kuat dugaan motif pembunuhan tersebut terkait masalah asmara segitiga. "Kalau motif dari keterangan saksi ya, memang kedua korban ini sempat tunangan. Terus informasi dari saksi ya, dari pihak keluarga, ada rencana yang perempuan mau menikah dengan lelaki lain," kata Kapolres Asahan, AKBP Faisal Napitupulu, Selasa (8/1/2019).

Menurut Kapolres, dari hasil penyelidikan dan olah kejadian setelah membunuh Devi, kekasihnya, Hasyim Prasetya kemudian bunuh diri dengan menembakkan pistol ke tubuhnya. "Secara garis besar berdasarkan hasil olah TKP, salah satu yang meninggal di hotel tersebut dibunuh, kemudian pelaku bunuh diri," beber Faisal.

BACA JUGA:

Sejoli Tewas di Kamar Hotel Central, Kapolres: Kedua Korban Ditembak

Sejoli Tewas di Hotel, Polisi: Korban Pria Pelaku Pembunuhan

Hasil Labfor Sejoli Tewas di Asahan, Ada Luka Tembak di Kepala Korban

Faisal mengungkapkan, penyidik juga menemukan senjata api rakitan bergagang kayu, satu selongsong peluru di atas meja dan satu lagi tertinggal di senjata api. "Kesimpulan kami dari hasil olah TKP, dikuatkan dengan hasil labfor juga, itu salah satu korban yang meninggal dunia itu merupakan pelaku," ucap Faisal.

Kasus penemuan mayat sejoli itu membuat geger karyawan dan tamu Hotel Central di Jalan Gambus, Kisaran, Kabupaten Asahan, , Senin (7/1/2018). Identitas kedua korban diketahui bernama Hasyim Prasetya dan Devie Istina.
 

 


Editor : Kastolani Marzuki