Sejoli Tewas di Hotel Central, Polisi Telusuri Asal Senjata Hasyim

Stepanus Purba ยท Rabu, 09 Januari 2019 - 19:52 WIB
Sejoli Tewas di Hotel Central, Polisi Telusuri Asal Senjata Hasyim

Ilustrasi penemuan mayat. (Foto: Okezone)

MEDAN, iNews.id - Polisi berhasil mengungkap kasus tewasnya sejoli, Hasyim Prasetya (33) dan Depi Istiana (23) di kamar Hotel Central, Kisaran, Kabupaten Asahan, Senin (7/1/2019) lalu. Namun demikian, petugas masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dengan asal-muasal senjata api rakitan tersebut didapatkan.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut), Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, saat ini kepolisian masih akan melakukan penelusuran atas senjata api (senpi) rakitan milik Hasyim, yang digunakannya untuk membunuh pujaan hatinya, sebelum akhirnya bunuh diri. "Untuk senjata api (rakitan), masih dilakukan penyelidikan," katanya kepada wartawan, Rabu (9/1/2019).

Penelusuran itu, kata Tatan, khususnya dilakukan terhadap lingkungan sosial Hasyim. Hal ini untuk mengetahui, apakah Hasyim membuat sendiri senpi rakitannya itu, atau malah membelinya dari pasar gelap.

BACA JUGA:

Sejoli Tewas di Kamar Hotel Central, Kapolres: Kedua Korban Ditembak

Sejoli Tewas di Hotel, Polisi: Korban Pria Pelaku Pembunuhan

Hasil Labfor Sejoli Tewas di Asahan, Ada Luka Tembak di Kepala Korban


“Itu yang masih kami telusuri. Karena kita tidak bisa berandai-andai atau berasumsi mengenai asal muasal senjata api rakitan miliknya (Hasyim)," ucapnya.


Sementara itu, terkait kasus tewasnya sejoli tersebut, Polda Sumut mengimbau kepada para remaja, agar dalam menjalin hubungan tidak mengambil keputusan yang gegabah. Bila ada ditemukan permasalahan, saran Tatan, supaya di konsultasikan kepada keluarga atau teman terdekat.

Selain itu, mantan Wakapolrestabes Medan ini juga meminta agar para orang tua untuk tidak bosan dalam memberikan nasihat dan arahan kepada anaknya.

"Jangan sampai orang tua justru tidak tahu mengenai masalah anaknya. Karena hal ini malah akan berdampak pada psikologi anak, sehingga mengambil keputusan yang salah," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra