Sekolah di Madina Hanyut Terbawa Banjir, 18 Siswa Tewas dan 10 Hilang

Liansah Rangkuti ยท Sabtu, 13 Oktober 2018 - 08:32 WIB
Sekolah di Madina Hanyut Terbawa Banjir, 18 Siswa Tewas dan 10 Hilang

Aparat kepolisian saat menyisir lokasi banjir bandang di Mandailing Natal, Sumut. (Foto: Okezone/Lianshah Rangkuti)

MANDAILING NATAL, iNews.id – Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut) tak hanya menyebabkan kerusakan infrastruktur, namun juga menelan korban jiwa. Satu gedung sekolah di Desa Muara Saladi, Kecamatan Ulu Pungkut, dilaporkan hanyut terbawa arus beserta 29 siswa yang ada di dalamnya pada Jumat (12/10/2018) pukul 17:40 WIB.

Informasi yang dirangkum iNews, musibah itu bermula saat 29 siswa salah satu madrasah sedang belajar dengan kondisi curah hujan tinggi. Mendadak muncul banjir bandang dari luapan air sungai yang menyerupai air bah.

Dalam hitungan detik, gedung sekolah madrasah itu hanyat terbawa arus banjir. Masyarakat yang menerima informasi langsung berupaya melakukan bantuan dan pencarian terhadap para korban.


"Korban yang ditemukan sudah 19 orang. Satu orang masih hidup dan 18 orang dinyatakan sudah meninggal. Diperkirakan masih ada 10 orang lagi masih tertimbun," kata Zulfan Nasution, warga setempat, Sabtu (13/10/2018).


BACA JUGA:

Banjir Terjang Mandailing Natal, Rumah Warga Rusak dan Jalanan Amblas

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Tapanuli Selatan Terendam Banjir


Hingga berita ini ditayangkan, pihak-pihak terkait mulai dari unsur kepolisian, BPBD dan Pemerintah desa serta masyarakat setempat masih melanjutkan pencarian pagi ini. Belum dapat dikonfirmasi secara detail identitas dan nama-nama korban bandang yang hilang mau pun selamat.

Diketahui, sebelumnya hujan deras yang terus mengguyur Mandailing Natal menimbulkan sejumlah kerusakan rumah warga. Bahkan salah satu akses jalan nasional terputus karena amblas terbawa arus banjir.

Tercatat satu jembatan terputus di Desa Sikara-Kara, Kecamatan Natal, tiga unit rumah warga terbawa arus Sungai Batang Natal di Desa Aek Garinggi, Kecamatan Lingga Bayu, dan jalan lintas Sumatera (Jalinsum) mulai dari Desa Jambur Baru sampai ke Kelurahan Simpang Gambir tertimbun lonsor dan pohon tumbang.


Editor : Donald Karouw