Sinabung Erupsi Lagi, Hujan Abu Landa Sejumlah Desa di 3 Kecamatan

Stepanus Purba ยท Senin, 15 Januari 2018 - 13:54 WIB
Sinabung Erupsi Lagi, Hujan Abu Landa Sejumlah Desa di 3 Kecamatan

Gunung Sinabung kembali erupsi, Senin (15/1/2018). (Foto: Istimewa)

KARO, iNews.id – Gunung api Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut), kembali mengalami erupsi Senin (15/1/2018) sekitar pukul 10.43 WIB. Masyarakat sekitar diimbau agar tidak keluar rumah karena hujan abu tipis akan melanda sejumlah desa.

Petugas di Pos Pemantau Gunung Sinabung, Armen Putra memaparkan, Gunung Sinabung yang meletus mengeluarkan sejumlah material vulkanik seperti abu setinggi 2.800 meter. Erupsi terekam dengan amplitudo 77 mm dan lama gempa 387 detik. Sementara itu, angin berembus lemah ke arah timur dan tenggara dari Gunung Sinabung.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak keluar rumah karena hujan abu tipis akan melanda sejumlah desa di Kecamatan Naman Teran, Kecamatan Payung, dan Kecamatan Simpang Empat ,” ungkap Armen Putra saat dihubungi iNews.id.

Melihat masih tingginya aktivitas Gunung Sinabung, Pusat Vulkanologi, Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG) tetap mengimbau kepada masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 kilometer (km) dari puncak. Kemudian secara sektoral dari puncak dalam jarak 7 km ke selatan-tenggara, 6 km ke tenggara-timur, dan 4 km timur-utara Gunung Sinabung.

“Aktivitas Gunung Api Sinabung masih sangat tinggi saat ini. Untuk itu masyarakat dan wisatawan kami harapkan agar tidak mendekat dan memasuki zona merah Gunung Sinabung yang telah ditetapkan PVMBG,” kata Armen Putra.

Adapun desa yang saat ini ditetapkan oleh PVMBG sebagai zona merah yang tidak dapat dimasuki yakni, Desa Tiga Pancur, Desa Sukanalu, Desa Pintu Besi, Desa Sigarang-garang, Desa jeraya, Desa Kutugugung, Desa Mardinding, Desa Kuta Tengah, dan Dusun Lau Kawar.

Kemudian, mengingat telah terbentuk bendungan di hulu Sungai Laborus, maka penduduk yang bermukim di hilir sekitar daerah aliran Sungai Laborus diminta agar tetap meningkatkan kewaspadaan. Bendungan ini sewaktu-waktu dapat jebol karena tidak kuat menahan volume air sehingga mengakibatkan lahar dan banjir bandang ke hilir. “Kami meminta warga yang tinggal di sekitar Sungai Laborus untuk tetap waspada,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Minggu 14 Januari 2018, Gunung Sinabung juga kembali erupsi. Melalui rekaman seismograf, gunung ini tercatat mengalami erupsi enam kali. Namun, tinggi kolom abu tidak teramati karena tertutup kabut dan 62 kali gempa guguran dengan jarak luncur 500-1.000 m ke arah selatan, tenggara dan timur.


Editor : Maria Christina