Suami Istri di Simalungun Tewas Terseret Arus Sungai Bersama Rumahnya

Sindonews ยท Rabu, 10 Oktober 2018 - 13:57 WIB
Suami Istri di Simalungun Tewas Terseret Arus Sungai Bersama Rumahnya

Sungai Bah Bolon di Desa Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, meluap setelah hujan deras, Rabu (9/10/2018). (Foto: Sindonews/Ricky Hutapea)

SIMALUNGUN, iNews.id – Pasangan suami istri (pasutri) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), tewas setelah terseret arus Sungai Bah Bolon yang meluap, Rabu (10/4/2018). Kedua korban hanyut bersama rumah mereka di Dusun I Pasar Lama, Desa Syahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela.

Kepala Desa Syahkuda Bayu, Suyatno mengatakan, kedua korban bernama Daulat Siagian dan Yunita Sitorus. Rumah pasutri itu berada persis di pinggir Sungai Bah Bolo. Akibatnya, rumah bersama kedua korban ikut hanyut terbawa arus sungai yang meluap setelah dilanda hujan deras, Rabu dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB.

“Warga menemukan jenazah Daulat Siagian dan Yunita Sitorus setelah mencari mereka sekitar 2 kilometer dari lokasi rumah korban,” kata Suyatno.

Suyatno mengatakan, sejauh ini, korban jiwa akibat luapan air Sungai Bah Bolon baru dua orang. Begitu juga rumah yang hanyut karena banjir baru satu unit.

BACA JUGA:

Foto Selfie di Pinggir Laut, 2 Anak Tewas dan 1 Hilang Terseret Ombak

7 Wisatawan asal Bogor Terseret Ombak Pantai Karang Taraje, 1 Hilang

Sementara Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Simalungun, Akmal H Siregar mengungkapkan, sejumlah kecamatan mengalami bencana banjir dan longsor akibat hujan deras yang mengguyur sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari.

Menurut Akmal, daerah yang terkena banjir dan longsor di antaranya Kecamatan Tanah Jawa, Gunung Malela, dan Panei Tongah serta Panombean Panei. Bupati Simalungun JR Saragih sudah menginstruksikan para camat turun langsung menangani para korban bencana banjir dan longsor.

“Sedangkan untuk kerusakan infrastruktur masih didata untuk segera dilakukan penanganan oleh Pemkab Simalungun,” kata Akmal.


Editor : Maria Christina