Taksi Online Ditabrak KA di Medan Labuhan, 3 Orang Tewas 10 Luka Berat

Stepanus Purba ยท Selasa, 06 November 2018 - 16:33 WIB
Taksi Online Ditabrak KA di Medan Labuhan, 3 Orang Tewas 10 Luka Berat

Mobil Toyota Avanza ringsek tak berbentuk setelah ditabrak KA di perlintasan tanpa palang pintu Kabupaten Pemalang, Jateng. (Foto: Dok.iNews.id)

MEDAN, iNews.id – Kecelakaan maut terjadi di perlintasan sebidang Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (6/11/2018) dini hari.

Mobil taksi online Suzuki Ertiga nopol BK 1525 HE yang dikemudikan Hendro Prawiro ditabrak kereta api (KA). Akibat kecelakaan itu, tiga orang tewas dan 10 penumpang lainnya luka berat. 

"Ketiga korban tersebut meninggal dunia setelah sebelumnya mendapatkan perawatan di Rumah Sakit," kata Kasatlantas Polres Pelabuhan Belawan, AKP MH Sitorus.

Tiga korban tewas yakni, Sherly (32), Lina Sinulingga (55), dan Nuraini, semuanya warga Sei Mati, Medan Labuhan. Sedangkan 10 korban yang mengalami luka berat hingga kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Ke-10 korban luka, yakni Hendro Prawiro (28), warga Jalan Cimahi Timur, Belawan, Isnawati (30), Ridho Syahputra (12), Abel Permata Sari (10), Friska Br Aritonang (35), Rafael (7), Ana (16), Rolen Siahaan (34), dan Deko (10), semuanya warga Sei Mati, Medan Labuhan; serta Ricky Fandebos Rumapea (37), warga Jalan Rawe 6, Tangkahan, Medan Labuhan.

BACA JUGA:

Mobil Taksi Online Ditabrak KA Ciremai di Pemalang, 2 Orang Tewas

Mobil Innova Tabrak Truk di Tol Surabaya-Mojokerto, 5 Tewas 1 Kritis

Sitorus mengatakan, kecelakaan terjadi saat Suzuki Ertiga yang dikemudikan Hendro melaju dari arah Simpang Kantor menuju Sei Mati. Sopir mobil taksi online itu diduga tidak melihat kedatangan kereta hingga tertabrak saat melintas di perlintasan KA tanpa palang pintu.

“Saat mobil melewati perlintasan, muncul KA dari Belawan menuju Medan. Di sana, memang tidak ada pintu perlintasan. Mobil langsung ditabrak KA hingga terseret,” katanya.

Terkait kecelakaan itu, Sitorus mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintas di perlintasan tanpa palang pintu. “Kami juga berharap PT KAI membuat pintu perlintasan karena di lokasi itu ramai kendaraan," kata Sitorus.


Editor : Kastolani Marzuki