Terbukti Bawa 27 Kilogram Sabu-Sabu dan Belasan Ribu Ekstasi, Kurir di Medan Divonis Mati

Stepanus Purba ยท Selasa, 12 November 2019 - 20:41 WIB
Terbukti Bawa 27 Kilogram Sabu-Sabu dan Belasan Ribu Ekstasi, Kurir di Medan Divonis Mati

Terdakwan Joni Iskandar saat mendengarkan putusan mati dari hakim PN Medan, Selasa (12/11/209). (Foto : istimewa)

MEDAN, iNews.id – Seorang kurir narkoba di Deli Serdang, Sumatera Utara divonis mati oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (12/11/2019). Terdakwa terbukti membawa sabu-sabu seberat 27 kilogram dan 13.500 butir ekstasi.

Joni Iskandar, warga Dusun IX Gg Bantan No.99, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang terbukti hendak mengantarkan narkoba dari Sialang Buah, Desa Matapao, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai menuju Medan, Februari 2019 lalu.

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa tersebut dengan pidana mati," kata Ketua Majelis Hakim, Hendra Utama Sutardodo dalam sidang yang berlangsung di Ruang Cakra 9 PN Medan, Selasa (12/11/2019) sore.

Putusan majelis hakim PN Medan ini sama dengan tuntutan jaksa penuntut umum yang meminta terdakwa divonis hukuman mati karena melanggar sejumlah pasal.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana pasal 114 (2) Jo pasal 132 (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika," kata Jaksa Penuntut Umum, Srie.

BACA JUGA: WNA asal Malaysia Divonis Mati atas Kasus Narkoba Jenis Sabu Seberat 64,71 Gram di Sumut

Menyikapi vonis mati itu, terdakwa melalui penasehat hukumnya Sri Wahyuni dari LBH Menara Keadilan, menyatakan banding.

Dari pantauan iNews.id, selama sidang, terdakwa tetap terlihat tenang dan santai mendengarkan hakim membacakan berkas vonis. Raut wajahnya juga tidak menunjukkan rasa penyesalan.

Sebelumnya dalam dakwaan jaksa dijelaskan, kasus Joni Iskandar, bermula saat terdakwa dihubungi Ayaradi yang kini DPO, Rabu (20/2/2019). Terdakwa disuruh menjemput narkotika, Kamis (21/2/2019) pukul 05.00 WIB di Sialang Buah, Desa Matapao Kecamatan Sei Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai.

Terdakwa meminta Ayaradi mengirimkan uang sebesar Rp5 juta sebagai uang jalan untuk berangkat menjemput barang haram itu. Namun terdakwa tidak jadi berangkat, karena Ayaradi tidak ada kabar.

Sekitar pukul 15.30, terdakwa kembali dihubungi Ayaradi yang menyuruhnya bersiap-siap untuk menjemput narkotika, Jumat (22/2/2019). Setelah sepakat dengan upah Rp50 juta, terdakwa diberi nomor handphone Bah Utuh yang kini DPO untuk bertemu di Simpang Sialang Buah.

BACA JUGA: Pembunuh Istri dan Ibu Mertua di Purworejo Divonis Mati, Warga Bersorak Bahagia

Sesampai di lokasi yang dijanjikan, terdakwa kemudian bertemu dengan Bah Utuh. Sebanyak dua karung goni narkoba dipindah ke dalam mobil terdakwa lalu membawanya ke Medan.

Namun saat di Simpang Tiga Matapao, Kecamatan Sei Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, mobil terdakwa dihentikan petugas Ditresnarkoba Polda Sumut. Terdakwa lantas disuruh keluar dari mobil.

Saat mobil diperiksa, dari karung goni pertama ditemukan 15 bungkus sabu-sabu. Sementara di karung goni kedua ditemukan tujuh bungkus sabu-sabu. Total narkoba yang diamankan berkisar 27 kilogram. Selain itu ada juga tiga bungkus kemasan aluminium foil, berisi 13.500 butir pil ekstasi.


Editor : Umaya Khusniah