Terpidana Korupsi Rp105 Miliar, Mantan Kadis PU Deliserdang Ditangkap

Stepanus Purba ยท Sabtu, 10 November 2018 - 13:00 WIB
Terpidana Korupsi Rp105 Miliar, Mantan Kadis PU Deliserdang Ditangkap

Ilustrasi penangkapan. (Foto: Okezone)

MEDAN, iNews.id - Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Sumut) akhirnya berhasil menangkap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Deliserdang, Ir Faisal, setelah buron sejak 2017 silam. Faisal merupakan terpidana kasus korupsi Rp105,83 Miliar di lingkungan Dinas PU Kabupaten Deliserdang.

Faisal diamankan di kediamannya di Kota Tebing Tinggi, Sabtu (10/11/2018) dini hari tadi. " Yang bersangkutan dieksekusi pukul 24.00 WIB tengah malam tadi di rumahnya yang ada di Kota Tebing Tinggi," kata Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, saat dikonfirmasi oleh iNews.id via telpon selular, Sabtu (10/11/2018).

Sumanggar mengungkapkan, Ir Faisal sebelumnya sudah divonis oleh Mahkamah Agung dengan hukuman 12 tahun penjara, karena terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi di Dinas PU Kabupaten Deliserdang.

Selain mendapatkan hukuman penjara, Faisal juga dikenakan hukuman untuk membayarkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 98 miliar. "Jika dalam satu bulan ini tidak dibayarkan oleh yang bersangkutan, maka harta bendanya akan disita negara. Kalau nilainya tidak mencukupi maka hukumannya ditambah lima tahun penjara" kata Sumanggar.

Selain Ir Faisal, Kejati Sumut juga masih mengejar seorang terpidana lainnya yakni Elvian yang merupakan mantan bendahara Dinas PU Kabupaten Deliserdang. Bersamaan dengan Faisal, Elvian sudah divonis bersalah oleh Hakim MA dan dijatuhi hukuman delapan tahun penjara.

Selain itu, dia juga dituntut membayar uang pengganti sebesar Rp7,7 miliar. "Kalau tidak dapat diganti, hukuman penjara Elvian akan ditambah 1 tahun lagi," ucap Sumanggar.

Menurut Sumanggar, Faisal dan Elvian sudah menjadi buronan Kejati sejak tahun 2017 lalu. Oleh Kejati Sumut, keduanya bahkan sudah masuk daftar pencarian orang (DPO)."Sedangkan vonis untuk keduanya sudah diputus oleh MA sejak tahun 2016 lalu," ujarnya.


Editor : Himas Puspito Putra