Tinjau Lapas Langkat, Menkumham: Kalapas Karutan, Semua Dibuang karena Berbahaya

Erwin Syah Putra Nasution ยท Sabtu, 18 Mei 2019 - 18:05 WIB
Tinjau Lapas Langkat, Menkumham: Kalapas Karutan, Semua Dibuang karena Berbahaya

Menkumham Yasonna Laoly saat meninjau Lapas Narkotika Kabupaten Langkat, Sumut, Sabtu (18/5/2019). (Foto: iNews/Erwin Syah Putra Nasution)

LANGKAT, iNews.id – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly memastikan menonaktifkan seluruh pegawai di Lapas Narkoba Kelas III Kabupaten Langkat, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). Tindakan tegas itu diambil usai kerusuhan di lapas pada Kamis (16/5/2019) yang menyebabkan ratusan narapidana kabur.

“Kalapas sudah dinonaktifkan. Semua, bukan hanya kalapas, karutan, dan semua yang ada di sini, semua diangkat, semua bedol desa. Nanti dilihat ke mana. Jangan masuk rutan lapas dulu, mereka ini orang berbahaya. Kalau ditaruh ke situ, penyakit,” kata Yasonna saat meninjau Lapas Narkotika Kelas III Kabupaten Langkat, Sabtu (18/5/2019).


BACA JUGA: Lapas Narkoba di Langkat Rusuh, Ratusan Napi Kabur


Yasonna menegaskan, dari penyelidikan, memang terjadi kekerasan dari pegawai lapas kepada napi saat penggeledahan, setelah ada temuan narkoba. Namun, tindakan kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh pegawai lapas tidak bisa dibenarkan.

“Yang tidak benar adalah perbuatan yang eksesif untuk memaksa pengaku, untuk memaksa siapa aja jaringan yang di dalam, sampai mengakibatkan penganiayaaan yang dilihat oleh warga binaan dan menimbulkan emosi yang sangat mendalam, hampir mirip kasus Siak,” katanya.


BACA JUGA: Rusuh di Lapas Narkotika Langkat, Begini Kronologi Kejadian Menurut Ditjen Pas


Menyikapi penyebab kerusuhan di Lapas Narkotika itu, Yasonna menegaskan melakukan pembenahan-pembenahan. Kemenkumham akan melakukan pemindahan secara menyeluruh terhadap pegawai lapas yang dinilai tak mampu menjaga kekondusifan di dalam lapas.

“Semua mereka ini dibuang, itu tidak bisa. Dari dulu kita katakan bersihkan-bersihkan, tetapi kalau mental pegawainya udah begitu, udah rusak. Dari dulu sudah keras, tetapi masih terjadi persoalan yang berulang. Makanya ini dibuat buat surat edaran, penguatan-penguatan dari Dirjen PAS,“ katanya.

Menkumham juga mengatakan, pihaknya akan secara bertahap memenuhi tuntutan para warga binaan di Lapas Narkoba tersebut. Diketahui, setelah kerusuhan tersebut, warga binaan menyampaikan 20 tuntutan kepada Kemenkumham.

“Tuntutan warga binaan, secara bertahap, koperasi, harga koperasi, air sudah, baru dua sumur bor, self service sudah, untuk mengetahui kapan dia bebas, dapat remisi. Kita sudah punya sistem remisi online, proses pengiriman elektronik dari UPT ke Jakarta harus betul-betul online, jangan lagi main antar-antar,” katanya.

Tak hanya itu, kasus pembakaran di Lapas Narkoba itu juga tetap akan diselidiki. Diketahui, ada sejumlah kendaraan yang dibakar dalam kerusuhan Kamis lalu, yakni 3 mobil dan 16 sepeda motor. Pelaku akan mendapatkan sanksi tegas.

“Nanti kita lihat siapa yang bakar, kita tenangkan dulu, penyelidikan. Pelaku tidak akan dikasih remisi. Kalau perbuatannya kriminal ke polisi urusannya,” kata Yasonna Laoly.


Editor : Maria Christina