Trauma Disiksa, Bocah Asal Paluta Sumut Ini Tolak Pelukan Ibunya

Ahmad Husein Lubis ยท Rabu, 17 Januari 2018 - 13:17 WIB
Trauma Disiksa, Bocah Asal Paluta Sumut Ini Tolak Pelukan Ibunya

Bocah korban penyiksaan dipertemukan dengan ibu kandungnya. (Foto: iNews/Ahmad Husein Lubis)

MANDAILING NATAL, iNews.id – Kata-kata maaf dan ampun dari ibu kandungnya, seolah tidak bermakna lagi buat SA, korban penyiksaan orang tuanya. Bocah perempuan yang terbaring lemah di tempat tidur di Rumah Sakit Umum (RSU) Padangsidimpuan ini tampak masih trauma disiksa. Bahkan, SA berteriak-teriak marah saat sang ibu memeluknya dengan tangan terborgol, sambil bercucuran air mata.

Berkali-kali ibunya YA memohon maaf, namun SA hanya menjawab dengan teriakan. Wajahnya dia palingkan ke kanan. SA meronta-ronta, berusaha keras menolak pelukan ibunya. “Ampun nak, ampun nak. Enggak mamak ulangi lagi nak,” kata YA yang telah ditetapkan sebagai tersangka penyiksaan SA, saat mengunjungi putrinya di RSU Padangsidimpuan, Rabu (17/1/2018).

Seorang petugas, juga berusaha membujuk SA agar menerima permohonan maaf ibunya. “Mamaknya minta maaf ya, dimaafkan ya, nggak akan diulangi mamaknya lagi. Mamaknya sayang samamu,” ujar petugas tersebut.

SA tetap berusaha menolak permintaan maaf ibunya. Dari pantauan iNews, sepekan setelah menjalani perawatan, kondisi SA, asal Padanglawas Utara (Paluta), Sumatera Utara (Sumut) ini belum menunjukkan tanda-tanda membaik dan pulih dari trauma yang dialaminya. SA sebelumnya disiksa ibu kandung dan ayah tirinya serta tak diberi makan selama beberapa hari. Warga menemukannya pingsan di rumah.

Pihak dokter, psikiater, dan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) sengaja mendatangkan YA, ibu kandung SA, ke ruang perawatan SA di RSU Padangsidimpuan. Mereka berharap terbangun komunikasi batin antara ibu dan anak sehingga mampu membantu pemulihan SA. Namun, harapan tersebut sirna lantaran SA tetap saja tak mau diajak berbicara. Bahkan, dia meronta-ronta menolak pelukan sang ibu.

Sementara YA tampak sangat menyesali perbuatannya pada putrinya. Apalagi setelah melihat kondisi SA yang hingga kini belum pulih dari trauma akibat penyiksaan yang dia lakukan bersama suaminya AH.

BACA JUGA:

Bocah Disiksa Orang Tua hingga Pingsan di Paluta Ditolong Warga

Ibu yang Siksa Anak di Paluta Mengaku Diancam Dibunuh Suami


Kondisi SA yang tak juga pulih dari traumanya pascapenyiksaan oleh orang tuanya membuat pihak rumah sakit berencana merujuk SA ke rumah sakit di Medan. Hal ini sesuai dengan saran pihak Polres Tapsel agar SA bisa mendapatkan penanganan yang lebih baik.

“Kami kemungkinan akan merujuk SA yang masih dirawat di RSU Padangsidimpuan ke rumah sakit di Medan. Sementara untuk ibunya sudah kami tangani. Kami sedang melengkapi berkas perkara tersangka. Untuk suami tersangka masih dalam pengejaran,” kata Kanit PPA Satreskrim Polres Tapsel Iptu Happy Margowati.

SA diketahui mengalami penyiksaan hebat oleh ibu kandungnya YA dan ayah tirinya AH selama tiga bulan terakhir. Dia juga sempat tak diberi makan selama beberapa hari. SA ditemukan warga dalam kondisi pingsan di rumahnya sementara sang ibu dan ayah tiri korban kabur meninggalkan SA terkurung di rumah.

Warga langsung melarikan SA ke rumah sakit. Satu hari kemudian, polisi berhasil membekuk ibu kandungnya YA sedangkan ayah tiri korban AH, hingga kini masih buron. Pelaku diancam dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman di atas 15 tahun penjara.


Editor : Maria Christina