Wanita Pecandu Narkoba di Medan Jadi Otak Pencurian Mobil Orang Tua

Ahmad Ridwan Nasution ยท Selasa, 03 Desember 2019 - 22:00 WIB
Wanita Pecandu Narkoba di Medan Jadi Otak Pencurian Mobil Orang Tua

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi saat ekspose kasus pencurian yang didalangi anak korban, Selasa (3/12/2019). (Foto: iNews/Ahmad Ridwan Nasution)

MEDAN, iNews.id – Lantaran kecanduan narkoba, perempuan di Medan Sunggal, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), menjadi otak pencurian mobil milik orang tuanya. Pelaku merekrut lima temannya sesama pecandu untuk bekerja sama mencuri di rumahnya.

SP, putri sulung korban ditangkap petugas dari Polsek Medan Sunggal usai mencuri mobil orang tuanya yang terparkir di halaman rumah. Selain itu, polisi juga menangkap pelaku lain yakni HA alias Irul (41), ER (35), RU (39) dan RI alias Iwan (35). Sementara satu pelaku HE masih buron.

Aksi pencurian yang terekam kamera CCTV ini terjadi pada Minggu (1/12/2019) dini hari. Aksi pencurian terjadi Jalan Stasiun, Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, Sumut.

Berdasarkan rekaman ini, polisi berhasil menangkap lima orang komplotan pencuri mobil ini dengan otak pelaku, anak kandung korban.

BACA JUGA: Terekam CCTV, Bule Cantik Jerman Ini Ngutil Barang di Ubud Bali

Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Yasir Ahmadi mengatakan pelaku mengajak beberapa teman pria untuk mencuri mobil pikap bernopol BK 8350 DC milik ayahnya yang terparkir di dalam pekarangan rumah. Diduga uang hasil penjualan mobil ini akan digunakan untuk pesta narkoba.

“Awalnya kami menduga ini merupakan pencurian dengan pemberatan karena terjadi di malam hari dan pelakunya banyal,” katanya saat ekspos kasus, Selasa (3/12/2019).

Namun setelah dilakukan penyelidikan dan polisi berhasil menangkan pelaku, baru diketahui jika otak pelaku pencurian merupakan anak kandung korban.

“Semua pelaku memiliki peran yang berbeda,” kata Yasir, Selasa (3/12/2019).

BACA JUGA: 79 Pelaku Pencurian Ditangkap dalam 11 Bulan Terakhir, Sebagian Pengguna Narkoba

Yasir mengatakan, kronologi pencurian dimulai saat pelaku SP mengambil kunci milik orang tuanya. Bersama pelaku ER, mereka mencari orang yang dapat melakukan pencurian.

Keduanya lalu bertemu dengan HA alias Irul yang kemudian menyuruh temannya HE yang dapat mengemudikan mobil.

Mobil curian ini dijual pelaku seharga Rp14 juta namun baru dibayar Rp12 juta. Namun uang yang tersisa saat ditangkap hanya Rp2,8 juta.

Atas perbuatannya, para pelaku dikenakan Pasal 367 tentang pencurian dalam keluarga dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.


Editor : Umaya Khusniah