Warga Labura Luka-luka Diserang Buaya saat Memancing di Sungai Simangalam

Stepanus Purba ยท Senin, 09 September 2019 - 12:28 WIB
Warga Labura Luka-luka Diserang Buaya saat Memancing di Sungai Simangalam

Ilustrasi. (Foto: iNews.id)

LABUHANBATU UTARA, iNews.id – Seorang warga di Dusun Tanjungalam, Desa Simangalam, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara (Sumut), diserang buaya saat memancing. Akibatnya, warga bernama Misran ini mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.

Berdasarkan informasi yang dihimpun iNews.id, peristiwa ini terjadi pada Jumat (6/9/2019) kemarin. Saat itu, Misran tengah memancing ikan di Sungai Simangalam dengan perahu.

“Tiba-tiba seekor buaya berukuran besar langsung berusaha menerkam dia. Korban langsung loncat dari perahu dan berenang ke tepi sungai untuk menyelamatkan diri,” kata Kepala Desa Simangalam A Marpaung, Senin (9/9/2019).

BACA JUGA:

Geger, Warga Aceh Timur Ditemukan Tewas Dalam Mulut Buaya

Warga Buton Dimangsa Buaya di Sungai Umalaoge, Jenazahnya Hilang dalam Pencarian

Saat berenang ke pinggir sungai, Misran diserang buaya yang sama. Korban menderita luka-luka di bagian perut, dada, dan punggung. “Saat berenang ke darat itulah buaya menyerangnya hingga dia mengalami luka-luka di tubuhnya,” ujar A Marpaung.

Beruntung, ada warga yang melihat kejadian tersebut. Warga berusaha menyelamatkan Misran yang luka-luka dan melarikannya ke rumah sakit.

Menurut A Marpaung, buaya tersebut sudah lama berada di Sungai Simangalam. Bahkan, peristiwa serupa hampir setiap tahun terjadi di desa mereka. “Saya berharap pemerintah berwenang bisa segera mengambil tindakan agar tidak lagi terjadi peristiwa seperti ini,” ujarnya.

Sementara Kepala Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumut, Hotmauli Sianturi mengaku belum mengetahui peristiwa tersebut. BBKSDA segera mengecek ke lokasi kejadian. “Baru tahu saya. Nanti kami akan lakukan pengecekan ke sana kalau memang benar itu buaya atau tidak,” kata Hotmauli.

Dia mengatakan, jika memang Sungai Simangalam merupakan habitat dari buaya, maka masyarakat diminta untuk tidak mendekati wilayah tersebut. Hal itu untuk mengantisipasi konflik satwa dan manusia terjadi lagi.

“Kalau habitat buaya, ya manusianya yang bergeser. Kan enggak mungkin kita main evakuasi evakuasi saja. Yang perlu itu sosialisasi dan mitigasi untuk meminimalisasi korban,” katanya.


Editor : Maria Christina